alexametrics

Aliran Modal Asing Sejak Awal Tahun Membanjiri RI Capai Rp220,9 Triliun

loading...
Aliran Modal Asing Sejak Awal Tahun Membanjiri RI Capai Rp220,9 Triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menerangkan aliran modal asing yang membanjiri Indonesia sepanjang Januari hingga November 2019 mencapai Rp220,9 triliun. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Aliran modal asing yang membanjiri Indonesia sepanjang Januari 2019 hingga November 2019 (year to date) tercatat telah mencapai Rp220,9 triliun. Diterangkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bahwa, aliran modal asing (inflow) itu masuk ke Surat Berharaga Negara (SBN) sebesar Rp174,5 triliun dan saham sebesar Rp45,3 triliun sedangkan sisanya ke obligasi Rp1,6 Triliun

"Update aliran inflow asing year to date sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp220,9 triliun. Angka ini jauh lebih besar dari aliran modal asing di tahun yang lalu," ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Lebih lanjut Ia menyebutkan bahwa week to date, terjadi aliran modal asing keluar (capital outflow) mencapai Rp2 triliun dengan komposisi saham Rp400 miliar, obligasi korporasi Rp500 miliar dan sisanya lain-lain hingga SBN capai Rp1 tirliun. Menurutnya keluarnya modal asing menjelang akhir tahun ini merupakan hal yang wajar.



Pasalnya, saat akhir tahun tiba investor kembali menentukan arah investasi dalam jangka pendek dan melihat prospek ke depan."Akhir tahun memang sejumlah investasi jangka pendek akan keluar untuk mulai menghitung apa dapat untung atau tidak," jelasnya.

Dia menambahkan, aliran modal asing masih dipengaruhi faktor global yakni salah satu adalah perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Menurutnya outflow ini tak akan lama karena pada awal tahun biasanya investor akan kembali menanamkan modalnya ke berbagai negara termasuk ke RI.

"Kita dengar Presiden AS Donald Trump dan Presiden AS Xi Jinping akan ada kesepakatan, namun perundingan Amerika Serikat dan Tiongkok masih belum ada tanda mengenai kesepakatan. Itulah yang memberi risk off di global," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak