alexametrics

Peringatan Terbaru Soal Perlambatan Ekonomi Global

loading...
Peringatan Terbaru Soal Perlambatan Ekonomi Global
Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperingatkan, adanya perlambatan ekonomi global dengan memangkas proyeksi. Foto/Dok
A+ A-
LONDON - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap proyeksi ekonomi global telah meningkat. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan dalam sebuah laporan terbaru mereka, bahwa ekonomi dunia diperkirakan bakal terus memburuk.

Seperti dilansir BBC, OECD memprediksi tahun depan perekonomian akan tumbuh 3,0% dengan peringatan bahwa risiko semakin tinggi. Dalam laporan tersebut diterangkan, hal itu akibat kurangnya arah kebijakan terhadap iklim investasi berbisnis.

Meski begitu, OECD tidak meramalkan bakal terjadi resesi keuangan. Ada desakan diterangkan kepada pemerintah untuk mengatasi tantangan, beberapa di antaranya memiliki konsekuensi jangka panjang dan lebih cepat. Perubahan iklim mungkin merupakan contoh yang paling mencolok.



OECD mengatakan peristiwa cuaca ekstrim menjadi salah satu uang dapat menyebabkan gangguan aktivitas ekonomi dan dapat menimbulkan kerusakan yang berkepanjangan pada modal dan aset. Mereka juga dapat menyebabkan gangguan terhadap laporan serta migrasi yang mengalir.

Kebijakan yang tidak tepat dapat meningkatkan dampaknya. Jelas ada tantangan jangka panjang bagi pemerintah dalam mengatasi masalah ini, tetapi OECD mengatakan bahwa dampaknya sudah ada pada investasi bisnis. Di banyak negara, investasi dan perdagangan terus melemah yang mempengaruhi kinerja ekonomi.

Dikatakan OECD, pemerintah harus bertindak cepat. "Tanpa arah yang jelas, standar dan peraturan, dan tanpa investasi publik yang diperlukan, pelaku bisnis akan menunda keputusan investasi, dengan konsekuensi terhadap pertumbuhan dan sektor tenaga kerja," kata OECD.

Pemerintah dinilainya gagal berinvestasi cukup banyak dalam proyek jangka panjang untuk meningkatkan infrastruktur, memajukan digitalisasi ekonomi atau melawan perubahan iklim perdagangan. Akhirnya OECD memutuskan untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun depan menjadi 2,9%.

Proyeksi tersebut turun jika dibandingkan dengan yang mereka sampaikan pada September lalu. Kepala Ekonom OECD Laurence Boone menyampaikan proyeksi tersebut menjadi yang terlemah sejak krisis keuangan global yang melanda dunia 2007-2008 lalu. Outlook Ekonomi OECD pada November 2019 juga memperkirakan pertumbuhan pada tahun ini dalam kisaran 2,9%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak