Perluas Jangkauan, CKB Logistics Buka Kantor Baru di Pontianak
Rabu, 25 September 2024 - 13:45 WIB
loading...
Mendukung geliat industri tambang di Kalimantan Barat, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) membuka kantor baru di Pontianak. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan logistik PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) membidik kawasan Kalimantan guna mendukung industri pertambangan Indonesia, khususnya Kalimantan Barat (Kalbar). Melalui pembukaan kantor baru di Pontianak, Kalbar, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor bauksit Indonesia.
Langkah yang diambil perusahaan sejalan dengan kebutuhan logistik terintegrasi bagi perusahaan tambang bauksit dan produsen aluminium di kawasan tersebut. Wilayah Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Melawi, Sambas, Kapuas Halus, hingga Mempawah, menjadi salah satu penghasil bauksit di dalam negeri. Tak hanya bauksit, Kalimantan Barat juga menghasilkan intan, aluminium, nikel, bijih besi, hingga emas.
Baca Juga: Keruk Harta Karun Super Langka, Amerika Bersumpah Siap Bersaing dengan China
Mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2024, kebutuhan aluminium dalam negeri kini mencapai 1,2 juta ton per tahun. Di mana, pada 2023, 50 persen pasokan masih berasal dari impor dan 44% dari perusahaan dalam negeri.
Sepanjang 2023, Indonesia mengekspor aluminium senilai USD692,5 juta atau sekitar Rp10,38 triliun (kurs Rp15.000 per USD) ke beberapa negara seperti China, Vietnam, India, Jepang, serta Thailand.
Langkah yang diambil perusahaan sejalan dengan kebutuhan logistik terintegrasi bagi perusahaan tambang bauksit dan produsen aluminium di kawasan tersebut. Wilayah Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Melawi, Sambas, Kapuas Halus, hingga Mempawah, menjadi salah satu penghasil bauksit di dalam negeri. Tak hanya bauksit, Kalimantan Barat juga menghasilkan intan, aluminium, nikel, bijih besi, hingga emas.
Baca Juga: Keruk Harta Karun Super Langka, Amerika Bersumpah Siap Bersaing dengan China
Mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2024, kebutuhan aluminium dalam negeri kini mencapai 1,2 juta ton per tahun. Di mana, pada 2023, 50 persen pasokan masih berasal dari impor dan 44% dari perusahaan dalam negeri.
Sepanjang 2023, Indonesia mengekspor aluminium senilai USD692,5 juta atau sekitar Rp10,38 triliun (kurs Rp15.000 per USD) ke beberapa negara seperti China, Vietnam, India, Jepang, serta Thailand.
Lihat Juga :