alexametrics

Menkeu: RI Butuh Investasi Rp4.760 T untuk Bangun Infrastruktur

loading...
Menkeu: RI Butuh Investasi Rp4.760 T untuk Bangun Infrastruktur
Menkeu Sri Mulyani berbicara di acara Asian Infrastructure Investment Bank di Jakarta, Selasa (26/11/2019). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembangunan infrastruktur punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, Indonesia masih terus meningkatkan investasi di sektor infrastrukutur.

"Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan dalam mendukung pertumbuhakan ekonomi Indonesia. Sekarang ini saja Indonesia masih membutuhkan investasi sebesar USD340 miliar (untuk infrastruktur)," ujar Sri Mulyani saat membuka acara Asian Infrastructure Investment Bank di Jakarta, Selasa (26/11/2019).
Sri Mulyani menyebutkan, kebutuhan investasi senilai USD340 miliar atau sekitar Rp4.760 triliun untuk pembangunan infrastruktur ituterbilang sangat tinggi sehingga pemerintah butuh peran swasta guna terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Untuk menasrik investasi swasta, kata dia, pemerintah telah memberikan insentif fiskal dan penyederhanaan regulasi.
"Penyederhanaan dan pengurangan birokrasi sebagai prioritas bagi pemerintah Indonesia sebagai bagian dari rencana untuk mempertahankan pertumbuhan dan menarik investasi sektor swasta," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Asian Infrastructure Investment Bank, Jin Liqun menyebutka, peran Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) sangat penting dalam pembangunan sarana infrastruktur berkelanjutan dan mewujudkan konektivitas antarkawasan.



"Pasar untuk pembiayaan infrastruktur berkembang dengan sangat cepat. Persyaratan untuk triliunan dolar di tahun-tahun mendatang adalah menempa lanskap pendanaan dinamis yang menawarkan pendekatan yang lebih beragam dan fleksibel kepada investor," jelasnya.

Sebagai informasi KTT FT-AIIB yang ke-3 akan mengeksplorasi bagaimana pasar potensial tinggi ini dapat berkembang lebih jauh. Acara tahun ini berlangsung akan mempertemukan para pembuat kebijakan, investor, pemodal dan pengembang untuk bekerja sama dalam meningkatkan lingkungan regulasi dan struktural yang diperlukan untuk menumbuhkan kreativitas dalam pembiayaan infrastruktur.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak