alexametrics

Raih ASRRAT 2019 Bukti ABM Investama Jalankan Skema Tambang Terintegrasi

loading...
Raih ASRRAT 2019 Bukti ABM Investama Jalankan Skema Tambang Terintegrasi
PT ABM Investama Tbk (ABM) beserta salah satu unit usahanya PT Reswara Minergi Hartama, raih Gold Rating pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019. Foto/Dok
A+ A-
NUSA DUA - PT ABM Investama Tbk (ABM) beserta salah satu unit usahanya PT Reswara Minergi Hartama, berhasil mendapat peringkat “Gold Rating” pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 di Nusa Dua, Bali. Penghargaan diserahkan oleh Michele Lemmens, regional head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI) didampingi oleh Ali Darwin, CSRA Chairman, board of director National Center for Sustainability Reporting (NCSR) kepada Corporate Secretary ABM Rindra Donovan.

Seperti diketahui, Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 merupakan kegiatan penganugerahan penghargaan kepada organisasi yang berhasil mengomunikasikan kinerja yang baik kepada pemangku kepentingannya melalui laporan berkelanjutan (sustainability report). Tahun ini, total peserta ASSRAT mencapai 50 organisasi yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina dan Bangladesh.

Menurut Rindra, prestasi ini merupakan bukti komitmen Grup ABM dalam implementasi skema penambangan terintegrasi yang dijalankan perseroan. Laporan keberlanjutan (sustainability report) menjadi katalis dalam menyelaraskan aspek teknis operasi dengan aspek berkelanjutan (sustainability) yang lazim dikenal dengan istilah ESG (Environment, Social, and Governance).



“Laporan keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi usaha penambangan terintegrasi yang kami lakukan. Secara internal, laporan keberlanjutan menjadi pilar penting untuk mengukur kinerja, baik dari sisi teknis maupun sosial dan lingkungan, sehingga dapat menjadi basis informasi berkelanjutan yang akurat untuk seluruh pemangku kepentingan, terutama investor,” ujar Rindra.

Dalam Laporan Keberlanjutannya, selain mengungkap peningkatan keterlibatan jumlah pemasok sebagai dampak ekonomi tidak langsung, ABM juga menyantumkan tingkat keberhasilan pengembalian fungsi lahan (reklamasi) pasca tambang. Secara berturut-turut, peningkatan jumlah pemasok sebesar 81 persen, dengan peningkatan nilai pekerjaan hingga 155%. Serta perluasan lahan reklamasi yang meningkat 23%.

“Melalui laporan ini, kami juga ingin menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan SDGs (Sustainable Development Goals) yang sedang digalakkan Pemerintah. Kami senantiasa ingin menjadi organisasi yang patuh dalam menjalankan prinsip-prinsip bisnis sehingga dapat memperoleh dukungan optimal baik dari Pemerintah maupun masyarakat, serta meninggalkan warisan positif untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Manajemen ABM bersyukur atas penghargaan tersebut, setelah tahun sebelumnya, ABM meraih peringkat “Silver Rating” pada ajang gelaran yang sama. ABM memulai Inisiatif pelaporan berkelanjutan dengan standar Global Reporting Initiative (GRI) agar sejalan dengan aspek Rencana Keuangan Strategis Berkelanjutan yang dicanangkan oleh badan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak