alexametrics

Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Arifin Tasrif: Biayanya Tinggi

loading...
Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Arifin Tasrif: Biayanya Tinggi
Menteri ESDM Arifin Tasrif, ada beberapa syarat komersial mengingat biaya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang sangat tinggi. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, ada beberapa syarat komersial mengingat biaya pembangunan yang sangat tinggi.

"Kita belajar dari Jepang, tingginya biaya pengembangan pembangkit listrik bisa berdampak ke harga jual bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu ada solusi kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut jika memang mau kembangkan energi nuklir," ujar Menteri Arifin Tasrif di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Sayangnya pengembangan PLTN masih terkendala harga masih tinggi, serta pekerjaan lainnya yang tidak akan mudah seperti masalah sosialisasi keamanan penggunaan nuklir. Apalagi gambaran dari nuklir di mata masyarakat Indonesia masih sangat berisiko tinggi dari sisi keamanan.



"PLTN kita sepakat, tapi cost nya, biaya listrik (kalau pakai PLTN) bisa sampai USD30-40 sen per kwh. Itu kalau pakai PLTN, kami dapatkan datanya dr Jepang," terang dia.

Selain komersial dan keamanan, beberapa lembaga terkait juga harus bisa memastikan ketersediaan bahan bakunya sendiri. Apalagi saat ini sumber bahan baku PLTN di Indonesia masih belum signifikan. "Kita juga ada punya sumber PLTN, tapi belum signifikan," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak