alexametrics

Transformasi BSD Jadi Smart Digital City Lewat Gerakan Cashless Payment

loading...
Transformasi BSD Jadi Smart Digital City Lewat Gerakan Cashless Payment
Sinar Mas Land melalui proyek prestisiusnya BSD City sedang bertransformasi sebagai the first integrated smart digital city mendukung cashless payment getaway. Foto/Dok
A+ A-
BSD CITY - Sinar Mas Land melalui proyek prestisiusnya BSD City sedang bertransformasi sebagai the first integrated smart digital city. Hal ini bisa dirasakan secara nyata melalui beragam infrastruktur dan fasilitas, seperti traffic command centre, high-speed internet fiber optic dan beberapa fasilitas lainnya yang menambah kenyamanan kota ini, khususnya di era digital sekarang ini.

Dalam upaya mendukung kota pintar yang mandiri di BSD City, Sinar Mas Land bersama dengan Tempo Media Group kembali menyelenggarakan diskusi interaktif yang bertajuk Ngobrol@Tempo. Tahun ini membahas tentang cashless payment getaway sehingga transformasi ini bisa diterapkan dalam skala kota untuk menjadi sebuah ekosistem digital yang baik.

Guna mensupport gerakan digital di berbagai lapisan masyarakat dalam penggunaan e-wallet untuk bertransaksi di pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan rekreasi, dan masih banyak lagi. Metode transaksi cashless kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga seringkali orang tidak lagi memegang dan menggunakan uang tunai.



Di BSD City sendiri, penggunaan cashless bahkan sudah dikenal baik sampai ke Pasar Modern dan Pasar Modern Intermoda. Di sana para pengunjung dapat berbelanja dan bertansaksi dengan Go-Pay, Ovo, Dana dan berbagai fintech app lainnya. Tidak hanya mudah, aplikasi-aplikasi ini juga menawarkan beragam promo seperti diskon dan cashback. Hal ini menarik bukan hanya untuk pembeli, tapi juga menguntungkan untuk para penjual.

Corporate Communication & Public Affairs Division Head Sinar Mas Land Panji Himawan menjelaskan, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diramalkan akan mencapai 5% pada akhir tahun 2019. Perkembangan ekonomi yang diprediksi semakin kuat ini sudah mulai didukung dengan cara transaksi masyarakat Indonesia yang mulai berubah.

"Ya, trend cashless. Cashless merupakan padanan yang digunakan untuk menerangkan transaksi tanpa menggunakan uang fisik baik berupa koin maupun kertas. Hanya dengan membuka smartphone, scan, dan beres. Tren ini juga kami terapkan disejumlah proyek mulai dari mal hingga pasar tradisional yang kami kembangkan, dalam upaya mendukung transformasi BSD City menjadi the first integrated smart digital city di Indonesia," papar Panji Himawan di BSD City, Rabu (27/11/2019).

Acara Ngobrol@Tempo dihadiri oleh beberapa berbagai pembicara seperti Burhan Solihin (Direktur Eksekutif Tempo.co), Tini Wartini (Kepala Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI – Kabupaten Tangerang), Tita Ayuditya Surya (Kasi Fasilitasi Platform Ekosistem Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), Suhendro (Direktur Eksekutif Asosiasi Pengola Pasar Indonesia), Ramadhany Herlambang (Head of Product Dvelopment Sinar Mas Land).

Isu yang dibahas dalam forum diskusi ini meliputi kriteria pelaku cashless di pasar tradisional, keuntungan dan kekurangan metode cashless, alur transaksi perputaran uang di pasar tradisional setelah metode transaksi cashless berlaku, kerja sama dengan vendor dan bank di Indonesia, serta alat yang dibutuhkan dalam penerapan metode cashless. Penggunaan metode cashless di pasar tradisional diyakini dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, kecepatan dalam bertransaksi, baik bagi pihak pembeli maupun penjual.

“Tidak hanya kemudahan bertansaksi di mal atau pasar tradisional, Sinar Mas Land juga telah menerapkan metode pembayaran cashless untuk setiap penghuni/ warga yang hendak melalukan pembayaran IPL,” tambah Panji.

Saat ini, Sinar Mas Land juga sedang membangun sebuah kawasan ekosistem digital di BSD City yang diberi nama Digital Hub. Ke depannya, kawasan ini didedikasikan sebagai pusat teknologi digital seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Digital Hub didesain sebagai pusat tech commerce yang ekspansif dan berkelanjutan dengan tujuan menyediakan wadah bagi kreator dan inovator digital Indonesia serta terintegrasi dengan teknologi.

Sebagai bagian dari perkembangan era industry 4.0, Digital Hub juga dipersiapkan untuk menjadi hub ekonomi digital terdepan di Indonesia. Digital Hub yang dibangun pada area seluas 26 hektar terletak di bagian selatan Green Office Park BSD City.

Sejumlah institusi pendidikan di bidang coding juga telah hadir di BSD City seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, Purwadhika, Grab Innovation Lab, Creativenest. Keberadaan institusi tersebut berguna untuk menyediakan tenaga kerja di bidang digital seperti IT developers kesejumlah perusahaan multinasional, startup serta tech companies yang sudah ada di BSD City.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak