alexametrics

Sri Mulyani Kaji Usulan Formula Baru, Harga Solar Subsidi Berpotensi Naik

loading...
Sri Mulyani Kaji Usulan Formula Baru, Harga Solar Subsidi Berpotensi Naik
Menkeu Sri Mulyani telah menerima surat permohonan penyesuaian formula harga solar bersubsidi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah menerima surat permohonan penyesuaian formula harga solar bersubsidi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Terang dia, proses pembahasan formula baru itu masih diteliti dan mendorongagar penyesuaian formula itu segera selesai.

"Sudah, sedang diteliti," ujar Menkeu Sri Mulyani usai acara CEO Forum di Hotel RitzCarlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Sambung dia melanjutkan, harga solar ke depan tidak akan berbeda dengan usulan Kementerian ESDM. Meski demikian, dia masih enggan merinci seperti apa usulan ESDM tersebut. "Rasanya sudah hampir ditetapkan. (Sesuai usulan Menteri ESDM?) Nanti saya lihat," jelasnya.



Sebagai informasi, perubahan formula harga solar harus mendapat persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut diatur dalam pasal 14 ayat (3) Peraturan Presiden No.43 Tahun 2018. Dari informasi yang beredar, usulan mengenai formula baru solar subsidi sudah disampaikan oleh Kementerian ESDM pada 27 September 2019 lalu.

Kabarnya Kementerian ESDM mengusulkan agar formula harga dasar BBM jenis solar menjadi 100% Harga Indeks Pasar (HIP) Minyak Solar ditambah Rp802 per liter. Nilai itu naik dari sebelumnya 95 persen HIP Minyak Solar+Rp 802 per liter. Dengan kata lain harga jual solar bisa mengalami kenaikan melalui formula baru ini.

Sebelumnya kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi tidak cukup hingga akhir tahun sehingga harus menambah pasokan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan laporan Pertamina, kuota solar berubsisdi yang ditetapkan dalam APBN 2019 sebesar 14,5 juta kiloliter (kl) telah habis hingga November 2019 ini sehingga harus menambah kuota untuk mengamankan pasokan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak