alexametrics

Dorong Investasi Asing, Indonesia Harus Lihat Pasar Non Tradisional

loading...
Dorong Investasi Asing, Indonesia Harus Lihat Pasar Non Tradisional
Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah dalam menggaet investasi asing disarankan membuka pasar yang lebih luas. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah sedang berupaya menciptakan iklim investasi yang memudahkan para investor, baik investor asing maupun investor lokal. Duta Besar Chile untuk Indonesia, Gustavo Ayares, menyarankan agar Indonesia membuka pasar yang lebih luas ke suatu kawasan regional sebagai alternatif.

"Kawasan regional pasarnya lebih besar, terlebih lagi, Indonesia memiliki perusahaan unicorn, bahkan decacorn, yang bisa menjadi tulang punggung perekonomian. Di Chile, kami tidak memiliki itu, dan ekonomi kami akan tertinggal apabila hanya bergantung pada ekspor salmon, tembaga, dan kopra," terang Gustavo di Jakarta, Kamis(28/11/2019).

Gustavo juga memberi masukan bahwa keterbukaan ekonomi sangatlah penting, terutama untuk memberantas kemiskinan. Ia juga mengapresiasi keterbukaan Presiden Joko Widodo dalam ekonomi dan pemangkasan regulasi yang kini tengah dicanangkan pemerintah.



Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indra Darmawan menambahkan, bahwa Indonesia memang perlu melihat potensi pasar non tradisional. Ia menyebutkan bahwa Australia dan Amerika Latin menjadi target strategis yang berusaha ditarik untuk berinvestasi ke Indonesia.

"Selama ini, investor-investor terbesar kita berasal dari Asia Timur dan Singapura. Yang menakjubkan, China menduduki posisi ketiga investasi terbesar mengalahkan Korea Selatan, padahal 3-4 tahun lalu, dia bahkan tidak berada dalam posisi 5 besar," tutur Indra.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak