alexametrics

Sri Mulyani Merasa Disentil Oleh Surat Cinta Mendikbud Nadiem Makarim

loading...
Sri Mulyani Merasa Disentil Oleh Surat Cinta Mendikbud Nadiem Makarim
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merasa disentil oleh pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada hari guru nasional. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merasa disentil oleh pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada hari guru nasional. Pasalnya dalam pidato tersebut terselip fakta bahwa guru saat ini juga ternyata harus dibebankan oleh pertanggungjawaban keuangan.

"Bicara kreativitas, inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Saya lihat surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban keuangan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat agar terkena (merasa) disentil," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dia pun mengaku langsung memforward surat cinta Nadiem Makarim yang sempat viral tersebut kepada bawahannya. Tujuannya agar membuat laporan pertanggung jawaban yang lebih simpel sehingga mempermudah para guru. “Jadi surat cintanya Mas Nadiem saya forward ke anak buah saya, bahwa menteri yang baru minta pertanggungjawaban itu harus sederhana," ucapnya.



Menurutnya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) seharusnya menjadi stimulus untuk mempercepat kinerja. Bukan justru sebaliknya yang malah menghambat dan justru memperlambat kinerja. Sri Mulyani menekankan, yang menjadi poin baginya adalah APBN bisa meningkatkan produktivitas.

"Kita menggunakan resources dari sisi belanja, bagaimana Rp2.540 triliun (APBN yang akan dibelanjakan tahun 2020) itu addressing the issue bukan menambah masalah, itu untuk pendidikan, kesehatan, untuk infrastruktur, meningkatkan skill, memperbaiki regulasi, jadi jangan sampai APBN menambah regulasi,” ungkap mantan Direktur Bank Dunia itu.

Oleh karena itu Sri Mulyani menginginkan agar proses pelaporan pertanggung jawaban bisa dilakukan sesimpel mungkin. Misalnya dengan menggunakan teknologi yang mana saat ini semuanya sudah bergeser ke arah digital. "Teknologi mungkin juga bisa mempermudah, dari sent menjadi delivered, tanpa harus menimbulkan beban," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak