alexametrics

Jokowi Bakal Gigit yang Sering Impor Migas

loading...
Jokowi Bakal Gigit yang Sering Impor Migas
Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertekad menekan impor minyak dan gas agar tidak membuat defisit neraca berjalan terus melebar. Pada kuartal III 2019 ini, defisit neraca berjalan mencapai USD7,7 miliar. Angka ini lebih baik dibanding kuartal sebelumnya, USD8,2 miliar, seiring penurunan impor migas.

Karena itu, Jokowi menyayangkan masih ada yang melakukan impor migas. Padahal pihaknya sedang mencangkan program B30 dalam mengurangi impor. Dia pun bakal "menggigit" siapapun yang melakukan impor migas.

"Sebentar lagi kita melakukan B30, kemudian B50. Artinya impor minyak kita tekan turun drastis. Sehingga urusan neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan kita jadi lebih baik. Tapi kenapa tidak dikerjakan? Karena ada yang senang impor minyak. Saya tahu yang impor siapa, sekarang yang sudah saya sampaikan kalau ada yang mau ganggu, pasti akan saya 'gigit' orang itu," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (28/11/2019).



Selain itu, untuk memperbaiki neraca perdagangan, Jokowi ingin terus meningkatkan ekspor dan produk substisisi impor. Dia pun berencana terus meningkatkan sumber daya alam yang ramah lingkungan tanpa merugikan siapapun.

"Kita tahu selama ini, kita ekspor barang-barang mentah, baik itu timah, nikel, bauksit, batubara. Kalau ini diolah, dalam turunan menjadi barang setengah jadi atau jadi, ini akan meningkatkan nilai tambah luar biasa," jelasnya.

Untuk itu, dia akan mencanangkan strategi bisnis yang besar agar impor bisa ditekan untuk berkurang di Indonesia. Salah satunya menjadi produsen mobil listrik.

"Kita merancang strategi besar untuk bisnis negara. Dimana nikel itu turunannya bisa dibuat menjadi litium baterai. Karena kita punya nikel, mangan, ini harus diatur sehingga kita bisa menjadi pemain besar produsen mobil listrik dunia," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak