alexametrics

Diplomat Indonesia Dukung Pengembangan Potensi Wisata Labuan Bajo

loading...
Diplomat Indonesia Dukung Pengembangan Potensi Wisata Labuan Bajo
Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari destinasi wisata superprioritas. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari destinasi wisata superprioritas. Namun, masih banyak yang perlu dikembangkan untuk menjadikan Kabupaten Manggarai Barat memenuhi syarat standar pariwisata internasional, terutama sebagai destinasi wisata superprioritas.

Demikian kesimpulan pembahasan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, terkait cara-cara memajukan sektor pariwisata di Labuan Bajo kemarin. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Martinus Ban menjelaskan Kabupaten Manggarai Barat dibentuk 16 tahun yang lalu dengan luas wilayah hampir 10 km2, meliputi 70% lautan dan 30% daratan.

Terdapat 264 pulau, namun hanya 9 pulau yang dihuni. Sekitar 77% penduduknya bekerja di sektor pertanian. “Keunggulan pariwisata Labuan Bajo adalah konservasi komodo yang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu dari seven wonder natural heritage, di samping letak geografis yang berdekatan dengan Pulau Bali,” katanya.



Martinus menjelaskan bahwa komodo hidup di dataran yang landai. Terdapat 74 pulau di Kawasan Taman Nasional Komodo, namun hanya 2 pulau yang menjadi habitat Komodo dan yang menjadi tujuan wisata, yaitu Pulau Komodo dengan populasi komodo sekitar 4.000-an ekor dan di Pulau Rinca sekitar 3.000-an ekor.

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo terus meningkat sejak tiga tahun terakhir. Pada 2016, total wisatawan berjumlah 83.712 orang dan meningkat pada 2017 jumlah total wisatawan mencapai 111.749 orang, sedangkan tahun 2018 mencapai 163.807 orang. “Diharapkan 2019 ini target wisatawan 500.000, sementara sampai November baru mencapai 300.000. Wisatawan terbanyak beberapa tahun terakhir berasal dari China, Korea, dan Jepang,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, peserta Sesparlu angkatan ke-63 berbagi pengalaman negara di mana mereka pernah ditugaskan dalam mengembangkan potensi pariwisata yang memiliki kemiripan dengan Kabupaten Manggarai. Salah satunya, pengalaman negara-negara di Afrika dalam mengembangkan wisata taman nasional.

Selain itu, untuk meningkatkan standar pelayanan wisatawan asing, para peserta Sesparlu menginformasikan karakteristik wisatawan Eropa, China, Australia, dan lainnya. Dengan memahami karakteristik wisatawan maka akan membuat para wisatawan asing merasa di “rumahnya sendiri”.

“Kami mengharapkan pengalaman para diplomat senior yang telah bertugas di 2-3 perwakilan RI di luar negeri dapat memperkaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mengembangkan pariwisata,” ujar Direktur Sesparlu June Kuncoro Hadiningrat.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak