alexametrics

PLTMH di Flores Turut Sumbang Pasokan Listrik EBT

loading...
PLTMH di Flores Turut Sumbang Pasokan Listrik EBT
Pegawai mengecek turbin di PLTMH Ndungga, Kecamatan Ende Timur, Kab Ende, NTT, Jumat (29/11/2019). Foto/Yanto Kusdiantono
A+ A-
ENDE - Kendati termasuk daerah kering, namun Kabupaten Ende, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata memiliki potensi air yang bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Keberadaan pembangkit ini sekaligus melengkapi bauran energi yang berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayah tersebut.

"Kita punya beberapa PLTMH di Pulau Flores, salah satunya di Ndungga berkapasitas 2 x 1 MW. Meski kapasitasnya kecil tapi ini cukup andal karena turut menyokong kelistrikan di Ende," ujar Manager Unit Pelaksana Pembangkitan Flores PLN Lambok Siregar, Jumat (29/11/2019).

Dia menambahkan, di sistem kelistrikan Flores, dari total 190 MW kapasitas terpasang, PLTMH menyumbang sekitar 1,52%. Adapun total kapasitas pembangkit dari pembangkit EBT mencapai 20 MW atau setara 10,5%. Pasokan tersebut selain dari PLTMH juga berasal dari PLTS 2,36%, PLTP 6,63%.



Khusus untuk PLTMH, selain di Ndungga, PLN Unit Layanan Flores juga memiliki sumber listrik dari beberapa pembangkit lain yakni PLTMH Ogi berkapasitas 150 KW di Bajawa, Kabupaten Ngada; PLTMH Waigarit (125 KW) di Ruteng, Kabupaten Manggarai; PLTMH Wae Roa (450 KW) di Bajawa, Ngada; dan PLTMH Sita (2 × 550 KW) di Manggarai.

"Kalau dilihat dari produksinya PLTM ini kontribusinya mencapai 4% dari total produksi EBT," kata Lambok.

Dia menambahkan, dalam operasionalnya PLTMH di Ende terbilang efisien karena mampu menghasilkan listrik dengan biaya produksi rendah, sekitar Rp600 per kwh. Sayangnya, karena kapasitas produksinya terbatas, angka tersebut belum cukup menekan biaya pokok produksi secara rata-rata di Flores yang masih di kisaran Rp2.540 per kwh.

Di Flores, selain PLTMH, dalam upaya mengembangkan energi terbarukan PLN juga membangun pembangkit listrik ramah lingkungan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP). Khusus PLTA dibuat secara komunal untuk melayani masyarakat di pulau-pulau seperti di Pulau Messah, Solor Barat, Parumaan, Seraya, Boleng, Ile Ape, Kojadoi, Nuca Molas, dan Papagrang.

Adapun pembangkit EBT lain yang sangat potensial di Flores adalah panas bumi. Saat ini terdapat beberapa Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) yang dikembangkan di Flores antara lain PLTP Ulumbu ADB berkapasitas 2x2,5 MW, PLTP Ulumbu APBN (2×2,5 MW) dan PLTP Sokoria yang dikembangkan swasta berkapasitas 5 MW yang akan beroperasi pasa Februari 2020. PLTP Sokoria yang dikembangkan oleh anak usaha ORKA, perusahaan asal Eropa itu, menurut rencana akan memproduksi total 30 MW hingga 2024 mendatang.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak