alexametrics

PLN UID Jakarta Raya Siap Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

loading...
PLN UID Jakarta Raya Siap Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
General Manager PLN UID Jakarta Raya M Ikhsan Asaad memaparkan dukungan PLN terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik di Bandung, Jumat (29/11/2019). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan kendaraan listrik yang digulirkan pemerintah. Untuk itu, PLN UID Jakarta Raya akan terus menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai tempat.

"Untuk SPKLU kita lagi dorong karena kendaran listrik kan yang sering dikhawatirkan adalah ketersediaan tempat pengisian dayanya. Intinya kita siapkan untuk mempercepat ekosistem kendaran listrik ini," kata General Manager PLN UID Jakarta Raya M Ikhsan Asaad di sela acara "Press Tour Pimpinan Redaksi dan Manajemen PLN UID Jakarta Raya, di Bandung akhir pekan ini.(Baca Juga: Menko Luhut: Infrastruktur Pendukung Terus Dibangun Dukung Kebijakan Mobil Listrik)

Ikhsan mengatakan, sejauh ini PLN telah meluncurkan SPKLU di enam tempat, yakni di Jakarta, Banten, Bandung dan Bali. Di Jakarta, kata dia, SPKLU sudah tersedia di kantor PLN UID Jakarta Raya di Gambir, kemudian di Senayan City. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan pabrikan mobil Mitshubisi membangun 12 SPKLU di Plaza Senayan.
"Kita akan tambah terus. Kalau rencana, tahun depan sebanyak 184 unit. Ini juga kita lihat, kalau semakin banyak yang menggunakan kendaraan listrik tentu akan kita siapkan," ujarnya.

Dia mengakui, untuk SPKLU ultra fast dengan daya 150 kilowatt (kw) memang belum tersedia secara luas mengungat investasinya yang mahal. Untuk diketahui, SPKLU ultra fast membutuhkan investasi sekitar Rp1,3 miliar per unit. Sementara SPKLU fast charging dengan daya 50 kw butuh biaya Rp800 juta per unit.



Di luar itu, jelas dia, untuk Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), PLN UID Jakarta Raya telah memasang lebih dari 1.900 SPLU atau charging station yang antara lain biasa digunakan para pedagang kaki lima untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

"Jadi untuk yang ultra fast mungkin tidak di semua tempat karena pertimbangan investasinya tadi. Mungkin nanti kita bangun di highway, kita akan kerja sama dengan Pertamina membangun SPKLU ini di SPBU," jelasnya.

Dukungan lain dari PLN untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, sambung Ikhsan, adalah pemberian diskon untuk tambah daya bagi para pemilik kendaraan elektrik. Pembeli atau pemilik mobil listrik diberi diskon hingga 100% alias gratis untuk penambahan daya di rumahnya. Sementara pembeli atau pemilik motoir listrik atau kompor listrik diberi diskon 75% untuk penambahan daya.

"Kita berharap ikut mendorong perubahan gaya hidup masyarakat untuk beralih ke tenaga listrik. Selain lebih ramah lingkungan, kita juga berharap membantu menekan defisit akibat impor yang salah satunya disebabkan oleh impor bahan bakar," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak