alexametrics

Investasi Rp15 Miliar, PO SAN Tambah 7 Armada Baru Angkutan Bus

loading...
Investasi Rp15 Miliar, PO SAN Tambah 7 Armada Baru Angkutan Bus
(Kiri-kanan) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Presdir Daimler Commercial Vehicle Indonesia-Jung Woo Park, Founder PO SAN-Hasanuddin Adnan, Dirut PO SAN Kurnia Lesani Adnan, Kasubdit Angkutan Direktorat Jenderal Perhubungan Kemenhub Denny Kusdiana. Foto/
A+ A-
BENGKULU - Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) menambah investasi armada tujuh armada baru untuk rute lintas Bengkulu-Sumatera-Jawa. Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, investasi tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan PO SAN hingga 25%. Pertumbuhan tersebut ditopang dengan layanan bus premium, termasuk penambahan rute yang dilakukan berdasarkan studi kelaikan.

"Kami optimis bisa bertumbuh hingga 25%. Selain layanan yang kami berikan berupa service premium kami juga akan membuka rute-rute baru yang pertumbuhan infrastrukturnya sudah oke," kata Sani, saat peluncuran Tujuh armada baru PO SAN, di Kota Bengkulu, Minggu (1/12/2019).

PT SAN Putra Sejahtera atau Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO. SAN), perusahaan angkutan bus yang sudah mulai dirintis tahun 1978 oleh sang Founder H Hasanuddin Adnan yang bercita-cita ingin mengubah citra bus menjadi jauh lebih baik dari yang ada selama ini.

Bahkan PO. SAN dengan bus premiumnya ingin citra layanan bus setingkat dengan moda transportasi lain seperti pesawat terbang dan kereta api. Adapun tujuh unit bus baru yang didatangkan PO SAN berupa empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836.

Pengerjaan bodi ketujuh bus ini dilakukan di karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah sebagai satu-satunya karoseri di Indonesia yang lulus uji sertifikasi ECE R66 Rollinh Test. Saat ini PO. SAN memiliki 120 unit bus, namun yang dioperasikan hanya 94 unit armada. Hal ini terjadi karena 26 unit bus terkena batasan umur dan akan segera dipotong untuk dijadikan besi tua.

Adapun untuk bus premium, dari total armada yang dimilikinya saat ini, PO. SAN memiliki 29 bus premium berbagai kelas mulai Scania K310ib, Scania K360ib Comfort Shift & Opticruise, Scania K410ib, Mercedes-Benz O 500 RS-1836 (2-axle) dan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 (3-axle).

“PO. SAN akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan kami. Karena motto PO. SAN adalah Transport With Care,” pungkas Sani.

Hadir pada peluncuran armada baru PO SAN, Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah, Kepala Subdit Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Denny Kusdyana.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, langkah yang dilakukan PO SAN mencipta akan kualitas layanan kepada penumpang sudah dikenal luas dari tahun ke tahun. Menurut dia, dengan dukungan infrastruktur yang kuat melalui pembangunan jalan tol Sumatera diharapkan potensi bisnis angkutan makin menggeliat.

“Saya kira langkah PO SAN harus diikuti dengan PO-PO lain yang ada di Bengkulu. Ini merupakan trigger bahwa bisnis angkutan bus tidak akan pernah mati, sebab ia adalah urat nadi mobilitas penduduk yang selalu dibutuhkan,” tegasnya.

Selain berinvestasi membeli tujuh armada premium, PO. SAN juga mengembangkan aplikasi BUZZIT yang merupakan aplikasi pembelian tiket bus. Pelanggan dengan mudah bisa membeli tiket hanya dari gawai, di mana saja dan kapan saja. Membeli tiket dan langsung memilih tempat duduk yang diinginkan sesuai titik naik (boarding point) dan titik turun (drop point).

"Aplikasi ini bisa diunduh dari playstore bagi pengguna Android.Dengan meningkatkan layanan ini diharapkan masyarakat kembali menggunakan bus untuk keperluan transportasi antarkotanya,” tutur Sani. Dia menjelaskan pembenahan dengan peningkatan layanan dari pengusaha bus perlu terus dilakukan untuk menambah minat pengguna bus.

Kemenhub mencatat terjadi penurunan pengguna bus sejak 2015, jumlah pemudik dengan bus menurun 10,2% pada Lebaran 2015. Sementara pemudik dengan pesawat terbang naik 8%, dan kereta api naik 0,34%. Sejak itu, penumpang bus terus menunjukkan penurunan. Baru ketika Lebaran tahun ini, kenaikan penumpang bus mulai terjadi sejalan dengan banyaknya infrastruktur jalan yang dibangun.

“PO. SAN menyambut pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan melakukan peningkatan layanan. Kami optimis bisa melayani masyarakat lebih baik dan banyak lagi. Saat ini okupansi rata-rata kami selama setahun mencapai 60-70%. Dengan adanya bus premium, layanan premium, kami akan menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat. Apalagi saat ini kami memilih untuk menggunakan kapal cepat eksekutif untuk penyeberangan di Selat Sunda, sehingga jarak tempuh kami akan semakin cepat,” pungkas Sani.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak