alexametrics

Garuda Indonesia Angkut Onderdil Ilegal, Erick Serahkan ke Sri Mulyani

loading...
Garuda Indonesia Angkut Onderdil Ilegal, Erick Serahkan ke Sri Mulyani
Menteri Erick Thohir mengatakan, masih mempelajari dugaan penyelundupan komponen atau onderdil ilegal Harley Davidson dan dua sepeda merk Brompton melalui pesawat milik Garuda Indonesia. Foto/Ilustrasi, Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, masih akan mempelajari dugaan penyelundupan komponen atau onderdil ilegal Harley Davidson dan dua sepeda merk Brompton melalui pesawat Airbus milik Garuda Indonesia. Menurutnya saat ini hal tersebut berada di wewenang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Direktorat Bea dan Cukai.

"Belum tahu masih dipelajari. Nanti sama Bu Sri Mulyani," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (3/11/2019).

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga mengungkapkan, masalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak bisa begitu saja ada campur tangan dari otoritas perhubungan. "Itu adalah domainnya Bea Cukai. Itu bukan perhubungan. Silahkan Bea Cukai melakukan suatu ketentuan hukumnya. Itu enggak ada hubungan dengan kita. Sejauh ini domainnya di Bea Cukai," jelasnya.



Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Soekarno Hatta sebelumnya berhasil mengamankan pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia yang diduga menyelundupkan barang. Pesawat milik Garuda Indonesia dengan rute tujuan Toulouse - Soekarno Hatta itu kedapatan membawa komponen Harley Davidson dan 2 sepeda lipat merk Brompton, serta barang mewah lainnya. Pesawat tersebut adalah salah satu unit yang dipesan Garuda dari Airbus, pabrikan Uni Eropa yang berbasis di Prancis.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui penyelundupan dengan berbagai modus memang kerap terjadi. Modus penyelundupan komponen sepeda motor Harley Davidson ini menurutnya akan dipelajari lebih lanjut oleh pihak berwenang.

"Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura. Misalnya kita formulasikan kemudahan, begitu kita buat ada saja yang menjadikannya penumpang gelap," ungkap Menkeu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak