7 Negara Arab dengan Pembelian Emas Terbesar, No Wahid Timbun 108,8 Ton
Senin, 30 September 2024 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Menyusul keputusan terbaru oleh Federal Reserve AS, Bank Sentral Qatar menurunkan suku bunga sebesar 55 basis poin yang efektif berlaku pada 18 September, menetapkan suku bunga deposito pada 5,2%, suku bunga pinjaman pada 5,7%, dan suku bunga repo pada 5,45%. Qatar telah mematok mata uangnya ke dolar AS sejak 1980.
Pembelian bersih: 51,9 ton
Total kepemilikan: 148,3 ton
Irak menempati posisi kedua dalam peringkat negara-negara Arab, dimana negara ini melakukan pembelian emas yang signifikan sejak 2022 dengan total mencapai 51,9 ton. Semua itu meningkatkan cadangan emas Irak menjadi 148,3 ton pada akhir Mei, mewakili 10,5% dari total cadangan bank sentral.
Pada Desember 2021, Irak memegang 96,4 ton emas, yang merupakan 8,7% dari total cadangan. Langkah ini adalah bagian dari strategi Irak untuk mendiversifikasi aset investasi dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik secara global selama dua tahun terakhir.
Emas tetap menjadi bagian penting dari cadangan yang dimiliki oleh bank dan lembaga keuangan internasional, sebagai upaya meningkatkan stabilitas keuangan dan kelayakan kredit mereka.
Pada Juni 2022, Irak melakukan pembelian tertinggi sebesar 33,9 ton selama periode tersebut. Namun pada Juni 2023, Irak menjual kurang dari 0,1 ton, menandai satu-satunya penjualan bersih selama periode tersebut.
Selain itu Irak menempati urutan keempat di antara negara-negara Arab dalam hal cadangan emas, membuntuti Arab Saudi, Lebanon, dan Aljazair, berdasarkan laporan WGC.
Pembelian bersih: 45,8 ton
Total kepemilikan: 126,7 ton
Bank Sentral Mesir (CBE) membeli 45,8 ton emas antara periode Januari 2022 dan Juli 2024, sehingga total kepemilikan emasnya menjadi 126,7 ton. Menurut WGC, 96,2% dari jumlah yang dibeli oleh Mesir selama periode tersebut terjadi selama Februari 2022, bulan yang sama saat pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Bank Sentral Mesir terus melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih kecil selama sisa periode. Mesir menghadapi beberapa tantangan ekonomi dan merupakan salah satu negara yang terkena dampak perang Rusia-Ukraina, diikuti oleh konflik yang semakin intensif di Timur Tengah, terutama wilayah Laut Merah.
Pendapatan tahunan Otoritas Terusan Suez Mesir menurun pada tahun fiskal 2023-2024, mencapai USD7,2 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan USD9,4 miliar pada tahun fiskal sebelumnya karena ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Merah.
Total kepemilikan: 146,7 ton
Bank Sentral Libya menaikkan cadangan emasnya sebesar 30 ton dari Januari 2022 hingga April 2024, yang semuanya dibeli pada Juni 2023. Pembelian tersebut membawa total cadangan emas Libya menjadi 146,7 ton pada April 2024, mewakili 12,5% dari total cadangan devisa.
2. Irak
Pembelian bersih: 51,9 ton
Total kepemilikan: 148,3 ton
Irak menempati posisi kedua dalam peringkat negara-negara Arab, dimana negara ini melakukan pembelian emas yang signifikan sejak 2022 dengan total mencapai 51,9 ton. Semua itu meningkatkan cadangan emas Irak menjadi 148,3 ton pada akhir Mei, mewakili 10,5% dari total cadangan bank sentral.
Pada Desember 2021, Irak memegang 96,4 ton emas, yang merupakan 8,7% dari total cadangan. Langkah ini adalah bagian dari strategi Irak untuk mendiversifikasi aset investasi dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik secara global selama dua tahun terakhir.
Emas tetap menjadi bagian penting dari cadangan yang dimiliki oleh bank dan lembaga keuangan internasional, sebagai upaya meningkatkan stabilitas keuangan dan kelayakan kredit mereka.
Pada Juni 2022, Irak melakukan pembelian tertinggi sebesar 33,9 ton selama periode tersebut. Namun pada Juni 2023, Irak menjual kurang dari 0,1 ton, menandai satu-satunya penjualan bersih selama periode tersebut.
Selain itu Irak menempati urutan keempat di antara negara-negara Arab dalam hal cadangan emas, membuntuti Arab Saudi, Lebanon, dan Aljazair, berdasarkan laporan WGC.
3. Mesir
Pembelian bersih: 45,8 ton
Total kepemilikan: 126,7 ton
Bank Sentral Mesir (CBE) membeli 45,8 ton emas antara periode Januari 2022 dan Juli 2024, sehingga total kepemilikan emasnya menjadi 126,7 ton. Menurut WGC, 96,2% dari jumlah yang dibeli oleh Mesir selama periode tersebut terjadi selama Februari 2022, bulan yang sama saat pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Bank Sentral Mesir terus melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih kecil selama sisa periode. Mesir menghadapi beberapa tantangan ekonomi dan merupakan salah satu negara yang terkena dampak perang Rusia-Ukraina, diikuti oleh konflik yang semakin intensif di Timur Tengah, terutama wilayah Laut Merah.
Pendapatan tahunan Otoritas Terusan Suez Mesir menurun pada tahun fiskal 2023-2024, mencapai USD7,2 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan USD9,4 miliar pada tahun fiskal sebelumnya karena ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Merah.
4. Libya
Pembelian bersih: 30 tonTotal kepemilikan: 146,7 ton
Bank Sentral Libya menaikkan cadangan emasnya sebesar 30 ton dari Januari 2022 hingga April 2024, yang semuanya dibeli pada Juni 2023. Pembelian tersebut membawa total cadangan emas Libya menjadi 146,7 ton pada April 2024, mewakili 12,5% dari total cadangan devisa.
Lihat Juga :