alexametrics

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan

loading...
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan
Ketidakpastian global membuat rupiah berpotensi terkoreksi. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan tertekan. Mata uang garuda tertekan didorong oleh pasar yang masih mengkhawatirkan prospek negosiasi dagang AS-China. Serta munculnya masalah perdagangan baru AS dengan negara lainnya.

"Presiden Trump menyatakan kesepakatan dagang sepenuhnya dengan China, mungkin harus menunggu hingga sesudah pemilu November 2020. Trump menginginkan kesepakatan yang terbaik untuk AS," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dia melanjutkan adanya indikasi mengenai negosiasi AS-China berjalan alot dan mungkin kesepakatan tidak tercapai dalam waktu dekat. Di samping itu, AS juga berencana mengenakan tarif ke Brasil, Argentina dan Prancis dan mungkin negara lainnya, yang membuka ketegangan dagang global baru yang berpotensi melambatkan pertumbuhan ekonomi.



"Rupiah berpotensi kembali tertekan hari ini karena kekhawatiran pasar soal penyelesaian perang dagang AS-China. Potensi kurs rupiah hari ini di Rp14.080-Rp14.150 per USD," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak