alexametrics

Kementan dan IPB Kolaborasi Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

loading...
Kementan dan IPB Kolaborasi Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (batik coklat). Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dikatakan Syahrul saat menghadiri Forum Silaturahmi Alumni (FSA) V IPB 2019 di Auditorium Gedung A Kementan.

"Kementan harus membuka sekat dengan pihak lain termasuk pihak kampus karena pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang memposisikan stakeholdernya sebagai mitra. Akan menjadi luar biasa seandainya mereka mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat dan mengakselerasinya, sehingga secara bersama mampu keluar dari tantangan yang ada," kata Syahrul.

Lebih lanjut, Mentan Syahrul menyatakan bahwa selama ini kita dihadapkan oleh berbagai tantangan, ditambah pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi.



"Oleh karena itu, teknologi menjadi penting. Termasuk konsepsi dan manajemen pertanian dari hulu hingga hilir. Dalam gambaran ideal saya, ekosistem industri pertanian itu seperti piramida terbalik. Pelaku usaha, BUMN berada di atas. Sementara pemerintah selaku fasilitator berada di bawah," ujar Syahrul dalam keterangan resmi, Rabu (4/12/2019).

Senada dengan Syahrul, Rektor IPB, Arif Satria mengungkapkan bahwa kita sekarang menghadapi era ketidakpastian dan volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, kita harus menata masa depan termasuk pertanian.

"Kolaborasi adalah kunci, dan kolaborasi menuntut trust, kepercayaan sehingga akan terjadi sinergi. Tapi semuanya itu masih butuh satu hal lagi, yaitu integritas," kata Arif.

Menteri Syahrul secara terbuka mengharapkan dukungan dari IPB untuk mengatasi losses cara kerja, manajemen waktu dan pascapanen yang mencapai 10-15%.

"Kami butuh dukungan riset untuk menuntaskan persoalan itu. Bagaimana losses itu bisa kita tekan menjadi 3%, paling tinggi 5%. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan memberikan margin besar bagi petani," ujar Syahrul.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni IPB, Fathan Kamil melaporkan bahwa peserta yang hadir adalah 600 yang berasal dari beberapa kluster.

"Jaringan alumni IPB tersebar di berbagai jalur dan sektor. Ada di birokrasi, profesional, BUMN, dan jalur politk. Hadirnya kami (alumni) adalah bukti IPB berkomitmen bersama dan mendukung Menteri Pertanian dan jajaran mewujudkan visi 2045 menjadi lumbung pangan dunia," kata Fathan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak