alexametrics

Sentil Penumpukan Stok Beras di Bulog, Jokowi Minta Ada Terobosan Baru

loading...
Sentil Penumpukan Stok Beras di Bulog, Jokowi Minta Ada Terobosan Baru
Jokowi meminta ada langkah antisipasi penumpukan stok beras menyusul buruknya tata kelola cadangan beras pemerintah (CBP) yang membuat 20 ribu ton beras rusak atau disposal. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengantisipasi adanya penumpukan stok beras menyusul buruknya tata kelola cadangan beras pemerintah (CBP) yang membuat 20 ribu ton beras rusak atau disposal. Hal ini menyusul terdapat Dua puluh ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog yang mengalami penurunan mutu karena tidak terserap.

"Saya juga minta dibenahi manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah. Penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan harus jauh-jauh hari kita pikirkan dan kita putuskan. Disamping meningkatkan biaya perawatan juga akan berpotensi menurunkan penumpukan beras yang ada," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Rabu (4/12/2019).

Maka dari itu dia ingin agar beberapa aspek dilakukan pembenahan, dimana salah satunya adalah regulasi. "Oleh sebab itu saya minta regulasinya segera diselesaikan dan dibereskan. Dibuat pola-pola baru dan terobosan baru. Saya rasa itu," ungkapnya.



Tak hanya itu Jokowi juga menyoroti manajemem logistik beras yang ada. Dia mengatakan bahwa saat ini produksi beras tidak merata di seluruh wilayah."Beras Bulog ada yang surplus dan defisit. Sehinggas aspek ketersediaan menjadi hal yang penting dan juga keterjangkauan terhadap pasokan juga penting. Saya melihat kuncinya efesiensi dan kehandalan dalam manajemen logistik," ujarnya.

Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar data berkaitan dengan beras benar-benar terkonsolidasi, salah satunya berkaitan demgan luasan sawah."Sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan, koreksi dan langkah perbaikan yang akan kita lakukan," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak