alexametrics

Menko Luhut: Energi Hijau Bantu Tekan Defisit Neraca Transaksi Berjalan

loading...
Menko Luhut: Energi Hijau Bantu Tekan Defisit Neraca Transaksi Berjalan
Menteri Koordinator (Menko) bidang Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan meyakini sumber energi ramah lingkungan yang besar di Indonesia bisa memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan. Dengan mengolah energi ramah lingkungan dan lebih murah ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor BBM yang merupakan salah satu faktor utama terjadinya defisit pada neraca perdagangan.

Mengenai potensi energi hijau yang ada, Luhut mencontohkan, saat ini tenaga air atau hydropower di Papua saja terdapat potensi sekitar 22.000 MW, di Kalimantan sebesar 11.000 MW. Sedangkan, total potensinya di Indonesia sekitar 443.208 MW.

"Selama bertahun-tahun kami baru menyadari potensi energi ramah lingkungan ini. Jika ini bisa kami kelola, tentunya bisa dapat menekan neraca transaksi Indonesia," tegas Luhut di Jakarta, Kamis (5/12/2019).



Luhut pun berharap masyarakat juga semakin memanfaatkan potensi-potensi tersebut. Pengembangan energi terbarukan ini menurutnya juga bisa didorong oleh semakin murahnya teknologi baterai lithium.

Ia mengungkapkan sudah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan Governor Directors and Corporate Auditors JBIC Tadashi Maeda, membicarakan kemungkinan kerja sama pembiayaan di bidang energi ramah lingkungan.

"Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi 29% hingga tahun 2030. Salah satu usaha yang kami lakukan adalah mendorong penggunaan mobil listrik. Selain itu, kami juga mendorong penggunaan biodiesel. Sejauh ini Indonesia telah mengimplementasikan B20. Pada 2020 nanti kami akan mulai implementasi B30," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak