alexametrics

RI Pasar Digital Terbesar di ASEAN, 30 Juta Orang Bekerja Terkait e-Commerce

loading...
RI Pasar Digital Terbesar di ASEAN, 30 Juta Orang Bekerja Terkait e-Commerce
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, Indonesia berada pada posisi utama tren perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, Indonesia berada pada posisi utama tren perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara yang pertumbuhannya terus meningkat setiap tahun. Diprediksi, pada 2025 ekonomi digital Indonesia tumbuh empat kali lipat dengan nilai mencapai USD 240 miliar.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Indonesia telah dan akan tetap menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi pertumbuhan sebesar empat kali lipat, diikuti Vietnam yang juga tumbuh hampir empat kali lipat sampai 2025," ujar Menteri Suharso Monoarfa saat membuka acara Simposium Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) di Jakarta.

Lebih lanjut Ia menerangkan, ekonomi digital menyediakan potensi besar dalam penciptaan kehidupan masyarakat Indonesia. Sekitar 30 juta orang Indonesia bekerja terkait dengan sektor e-commerce dan memberdayakan potensi perempuan Indonesia. Potensi lain perubahan teknologi yang membawa manfaat sangat besar datang dari sejumlah perusahaan berbasis aplikasi, seperti kontribusi perusahaan Tokopedia dan Gojek terhadap perekonomian nasional.



“Kontribusi Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia meningkat dari Rp 58 triliun pada 2018 menjadi Rp 170 triliun pada 2019, itu beberapa contoh potensi ekonomi digital yang dimanfaatkan saat ini. Kemudian kontribusi mitra Gojek dari empat layanan (Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Life) kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun," ungkapnya.

Dalam perayaan ulang tahun Wantiknas ke-13 itu, Menteri Suharso yang menjabat selaku Ketua Harian Tim Pengarah Wantiknas juga menyampaikan harapan agar Wantiknas memberikan masukan terkait sistem flexible working and time yang akan dijalankan Bappenas.

"Saya berharap Bappenas itu bisa memberi pelayanan terkait perencanaan pembangunan nasional 24 jam. Tapi sayang kami baru rencanakan bisa 16 jam dari pukul 06.00-22.00 WIB. Kami berharap bisa bekerja dengan cara-cara flexible working time ini. Jika ini terjadi, akan ada perubahan yang luar biasa. Kita sudah aplikasikan smart office dan smart government, sehingga sangat strategis peran Wantiknas membantu kami terkait sistemnya," ujar Menteri Suharso.

Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak menambahkan, selama ini pihaknya sangat terbuka untuk berdiskusi terkait pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton terhadap perkembangan teknologi yang terjadi.

"Problem kita saat ini soal kemampuan SDM, makanya kita sebagai masyarakat Indonesia harus sama-sama membantu pemerintah. Pemerintah sekarang fokus pengembangan SDM agar kita bisa memanfaatkan apa yang sudah dibuat dan miliki," ungkap Kennedy.

"Kita membutuhkan manusia-manusia unggul, sehingga ke depan yang akan kita lakukan adalah berbagai macam vocational training untuk manfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun. Saya membuka pintu untuk berdiskusi sesuai arahan Pak Menteri. Kita bisa diskusikan, pengembangan SDM, karena kita buka kurikulumnya dengan kerja sama swasta. Ada jutaan SDM yang harus kita latih, makanya butuh sistem," tukasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak