alexametrics

IPO Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Kantongi Rp359 Triliun

loading...
IPO Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Kantongi Rp359 Triliun
Penawaran saham perdana (IPO) Saudi Aramco. Foto/CNBC
A+ A-
RIYADH - Perusahaan minyak Saudi Arabian Oil Company atau Saudi Aramco melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di Tadawul, bursa saham Arab Saudi di Riyadh. Saudi Aramco melepas 3 miliar lembar saham dengan harga 32 riyal per lembar atau USD8,53 setara Rp119.798. Dengan IPO ini, maka Saudi Aramco mengantongi uang USD25,6 miliar ekuivalen Rp359 triliun (kurs Rp14.044 per USD).

Dengan jumlah raihan tersebut, IPO Saudi Aramco menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan penawaran saham perdana Alibaba di bursa New York pada 2014, yang meraup USD25 miliar.

Melansir dari CNBC, Jumat (6/12/2019), saat ini nilai kapitalisasi Saudi Aramco mencapai USD1,7 triliun atau setara Rp23.875 triliun. Mendaulat Saudi Aramco sebagai perusahaan paling untung, melampaui Apple yang memiliki nilai kapitalisasi USD1,15 triliun.



Meski memecahkan rekor, hasil IPO ini masih jauh dari harapan awal yaitu dapat meraup dana USD50 miliar. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan IPO ini untuk mendanai Visi Arab Saudi 2030, menjadikan negara ini terbuka untuk bisnis.

Mengutip dari Reuters, Jumat (6/12), Arab Saudi membatasi pembelian saham ini untuk investor asing. Pembelian saham ini lebih diutamakan kepada individu Saudi dan investor regional, dimana sekitar 4,9 juta investor ritel Saudi telah membeli saham perusahaan minyak ini, dengan 2,3 juta berusia 31-45 tahun.

Penetapan harga IPO Saudi Aramco bersamaan dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang sedang bersiap untuk menambah pemotongan produksi demi mendukung harga. OPEC yang secara de facto dipimpin Arab Saudi berharap Rusia bisa mencapai kesepakatan soal penambahan pemotongan produksi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak