alexametrics

IHSG Menguat ke 6.186, Merespon Kenaikan Bursa Asia

loading...
IHSG Menguat ke 6.186, Merespon Kenaikan Bursa Asia
IHSG ditutup menguat 34,75 poin atau 0,56% ke posisi 6.186,87. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Perkembangan perundingan dagang Amerika Serikat dan China yang terus positif menguatkan pasar saham Asia, termasuk di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (6/12/2019), ditutup menguat 34,75 poin atau 0,56% ke posisi 6.186,87.

Sesi pembukaan, IHSG menapak naik 8,7 poin atau 0,14% menjadi 6.160,78. Jumat akhir pekan ini, Indeks bergerak di level 6.145,12-6.186,87.

Delapan dari 10 indeks sektoral menguat di akhir pekan ini. Bahkan, dua sektor melonjak lebih dari 2%, yaitu sektor perkebunan yang subur 2,70% dan sektor konstruksi dan properti yang menjulang 2,08%.



Dari 600 saham yang diperdagangkan, 211 naik, 176 tetap, dan 213 turun. Nilai transaksi saham mencapai Rp6,28 triliun dari 12,37 miliar unit saham. Transaksi bersih asing sebesar Rp84,72 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,91 triliun dan aksi jual asing Rp1,82 triliun.

IHSG menguat merespon pasar saham Asia yang ditutup lebih tinggi. Pembicaraan dagang Amerika Serikat dan China yang positif memberi sentimen positif terhadap bursa saham di Asia. Investor pun juga sedang menunggu data tenaga kerja AS yang akan dirilis esok hari.

Melansir dari CNBC, bursa saham China daratan pulang lebih tinggi, dengan Shenzhen naik 0,82% menjadi 1.640,33. Indeks Shanghai bertambah 0,43% menjadi 2.912,01. Dan indeks Hang Seng Hong Kong melompat 1,07% ke level 26.498,37, berkat lonjakan saham Alibaba sebesar 2,65% dan Tencent sebanyak 1,7%.

Nikkei 225 Jepang menguat 0,23% menjadi 23.354,40, begitu pula indeks Topix lebih tinggi 0,11% ke posisi 1.713,36. Di Korea Selatan, Kospi menambah 1,02% menjadi 2.081,85. Indeks ASX 200 Australia pulang untung 0,36% ke posisi 6.707,00.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak