alexametrics

Pasca IPO, Saudi Aramco Kalahkan Apple dan Microsoft

loading...
Pasca IPO, Saudi Aramco Kalahkan Apple dan Microsoft
Ilustrasi Saudi Aramco. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Hanya sedikit perusahaan di dunia yang memiliki nilai kapitalisasi di atas USD1 triliun atau setara Rp14.000 triliun! Mereka tidak sampai hitungan 10 jari. Diantara yang sedikit itu adalah Apple dengan nilai USD1,17 triliun, Microsoft senilai USD1,14 triliun, Google dan Amazon sekitar USD1 triliun.

Namun, keempat perusahaan asal Amerika Serikat itu, tersodok dengan kehadiran Saudi Arabian Oil Company alias Saudi Aramco. Perusahaan minyak Kerajaan Arab Saudi ini baru saja melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), dengan melepas 3 miliar lembar saham seharga 32 riyal per lembar atau setara USD8,53 setara dengan Rp119.798.

Dengan IPO ini, Saudi Aramco meraup dana USD25,6 miliar atau setara Rp359 triliun (kurs Rp14.044 per USD). Menjadikan IPO terbesar dalam sepanjang sejarah perusahaan listing, melampaui Alibaba yang melakukan IPO di bursa New York pada 2014 dengan nilai USD25 miliar.



Melansir Bloomberg, Jumat (6/12/2019), pasca IPO, nilai kapitalisasi Saudi Aramco mencapai USD1,7 triliun atau setara Rp23.875 triliun. Hasil ini mendaulat Aramco sebagai raja perusahaan paling elit di dunia.

Dengan kapitalisasi pasar USD1,7 triliun, Saudi Aramco menjadi perusahaan publik terbesar di dunia pertama yang berada di luar Amerika Serikat. Baca: IPO Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Kantongi Rp359 Triliun

IPO Saudi Aramco sudah dicanangkan oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman sejak 2016, sebagai bagian dari Visi Saudi 2030, yang bertujuan mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak, dan menjadi negara yang terbuka untuk bisnis.

IPO ini sempat dua kali ditunda karena kekhawatiran atas penilaian saham, laporan keuangan, dan risiko keamanan karena situasi geopolitik di Timur Tengah.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak