alexametrics

Erick Thohir Cari Keterlibatan Oknum Lain dalam Penyelundupan Harley di Garuda

loading...
Erick Thohir Cari Keterlibatan Oknum Lain dalam Penyelundupan Harley di Garuda
Menteri BUMN Erick Thohir terus mencari keterlibatan oknum lain terkait penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Bhompton di dalam pesawat Garuda Indonesia. Foto/SINDO Photo, Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan, bakal terus mencari keterlibatan oknum lain terkait penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Bhompton di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor flight GA9721 tipe Airbus A330-900 seri Neo. Pasalnya, ia menduga masalah penyelundupan yang dilakukan Ari Askhara melibatkan direksi lain.

Indikasinya terlihat dari keikutsertaan empat direksi dalam penerbangan pesawat Garuda Indonesia A9721 bertipe Airbus A330-900 yang membawa motor Harley tersebut. “Saya akan ada rapat lagi dengan komisaris Sabtu besok untuk mereview oknum-oknum lain yang terlibat,” kata Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Lebih lanjut Ia menekankan, bahwa proses yang dilakukannya harus terbuka dan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik. “Saya enggak mau juga ada pesan yang salah di masyarakat, bagaimana pemerintah mengintervensi atau masuk ke dalam segi korporasi apalagi Tbk,” ucapnya.(Baca Juga: Investigasi Kasus Harley Berlanjut, Erick Tak Masalah Direksi Garuda Dirombak)
Sebelumnya Menteri Erick Thohir telah memberhentikan Direktur Utama IGN Akhsara berdasarkan hasil komite audit Garuda serta rekomendasi dewan komisaris. Adapun, pelaksana tugas (Plt) dipercayakan kepada Direktur Keuangan Fuad Rizal.



Erick juga mengapresiasi serikat pekerja Garuda yang memberikan informasi perihal ketidakbenaran yang terjadi di tubuh maskapai nasional tersebut. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya tidak menghakimi oknum-oknum tertentu. “Oknum-oknum itu kan ada keluarga. Karena yang berat itu adalah hukuman sosial sebab media sosial di mana ada meme-meme di sosmed itu kejam,” ucap dia.

Ia juga menyoroti laporan keuangan Garuda Indonesia yang melanggar GCG. “Kemarin itu (penyampaikan laporan keuangan) agak kriminal, bukan agak tetapi (sudah) kriminal,” tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak