alexametrics

Awal Pekan, Kurs Rupiah Diprediksi Tertekan

loading...
Awal Pekan, Kurs Rupiah Diprediksi Tertekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah, dimana mata uang garuda tertahan oleh sentimen eksternal. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah, dimana mata uang garuda tertahan didorong oleh data tenaga kerja AS versi pemerintah, Non Farm Payrolls yang direspons pasar. Data ini berdampak besar bagi pergerakan instrumen keuangan.

"Data ekonomi Non Farm Payrolls AS dan data survei sentimen konsumen AS Jumat malam yang dirilis melebihi ekspektasi, bisa mendorong pelemahan Rupiah terhadap dollar AS bila tidak ada kabar positif lagi soal prospek kesepakatan AS Tiongkok," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Dia melanjutkam Pasar menunggu kabar mengenai kesepakatan dagang sebelum tanggal 15 Des 2019 dimana di tanggal itu AS bakal menerapkan tarif impor baru untuk produk Tiongkok. "Rupiah mungkin bergerak di antara Rp14.000 hingga Rp14.080 per USD pada perdagangan Senin ini," jelasnya.



Sebagai informasi, Nilai tukar rupiah terus bergerak tegak terhadap dolar Amerika Serikat (USD). DataBloomberg, rupiah pada Jumat (6/12) pulang gagah 31 poin atau 0,22% ke level R14,037 per USD, dibanding Kamis lalu di Rp14.068. Jumat ini, rupiah bergerak di Rp14.029-Rp14.042 per USD.

Penguatan rupiah juga terpantau di Yahoo Finance. Jumat petang ini, mata uang kecintaan kita menguat 25 poin atau 0,17% ke Rp14.035 per USD, berbanding Rp14.060 per USD pada Kamis lalu. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.010-Rp14.090 per USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak