alexametrics

Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi RI, Ibu-ibu Diminta Sering Belanja

loading...
Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi RI, Ibu-ibu Diminta Sering Belanja
Konsumsi rumah tangga bakal masih menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LABUAN BAJO - Konsumsi rumah tangga bakal masih menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III tahun 2019 mencapai sebesar 5,01% atau tumbuh melambat dibanding kuartal sebelumnya 5,17% .

Konsumsi rumah tangga ini menurut Ekonom BNI, Ryan Kiryanto akan terus menjadi penopang berkelanjutan, selain dari konsumsi belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga ini, sambungnya rata-rata didominasi oleh ibu rumah tangga.

"Sesungguhnya, lima persen itu sudah di tangan, asal ibu-ibu rumah tangga masih gemar spending belanja. Tolong nanti ke rumah masing-masing, dorong ibunya untuk belanja. Karena yang menyelamatkan Indonesia itu ibu-ibu rumah tangga jangan pelit belanja," ujar Ryan saat ditemui dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, NTT, Senin (9/12/2019).



Lebih lanjut Ia menerangkan apabila masyarakat, terutama ibu rumah tangga gemar berbelanja, sudah dipastikan maka ekonomi Indonesia akan tetap stabil di kisaran 5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Kalau KRT itu tumbuh, maka ekonomi kita tetap bisa tumbuh di atas 5%. Jadi bantalan kita hanya pada konsumsi rumah tangga," jelasnya.

Disebutkan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB hingga 50%. Maka tak heran, perekonomian Indonesia tetap kokoh ketika negara lain seperti Jepang, India, Korea, dan China justru merosot drastis pertumbuhannya. "Karena konsumsi rumah tangga itu, kontribusi ke total PDB Indonesia yang kurang lebih Rp 15.000 triliun, itu 56 hingga 57%," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak