alexametrics

Jurus Teten Masduki Kembangkan UMKM Lima Tahun ke Depan

loading...
Jurus Teten Masduki Kembangkan UMKM Lima Tahun ke Depan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan beberapa hal kebijakan pengembangan UMKM dalam lima tahun ke depan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan beberapa hal kebijakan pengembangan UMKM dalam lima tahun ke depan. Pertama, pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan kelompok, komunitas, dan kluster.

"Arahnya akan ke one village one product atau OVOP. Daerah harus konsentrasi ke produk unggulan yang berbahan dasar lokal dan memiliki supply banyak," ucap Teten di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Kedua, prioritas pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. "Komoditinya harus dipilih, dan Pemda harus memandu dan mengarah sektor apa yang bakal dikembangkan. Di sini, kita butuh peran market intelejen," sambungnya.



Ketiga, pemberdayaan KUMKM dilakukan secara lintas sektoral dengan One Gate Policy, dan melibatkan kemitraan dengan pihak ketiga (swasta). Keempat, pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM. "Yang tak boleh ketinggalan adalah modernisasi dan inovasi UMKM, harus sama dengan yang diterapkan usaha besar," kata Menkop.

Bagi Teten, daya saing produksi UMKM harus setara dengan usaha besar. Terlebih lagi, pasar domestik saat ini sudah diserbu produk impor melalui e-commerce. "Banyak UMKM kita belum terhubung dengan global value chain," tegas Teten.

Membandingkan dengan UMKM sesama negara ASEAN, Teten juga menyebutkan Indonesia masih berada di posisi ke-4 di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand. "Index daya saing di Asean menyangkut sertifikasi internasional, kepemilikan akun bank, kemampuan mengelola usaha, hingga pengalaman manajerial, masih sangat rendah. Ini yang perlu kita tingkatkan," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak