alexametrics

Royke Tumilaar Resmi Didapuk Pimpin Bank Mandiri

loading...
Royke Tumilaar Resmi Didapuk Pimpin Bank Mandiri
Konferensi pers RUPSLB Bank mandiri di Jakarta, Senin (9/12/2019). Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akhirnya memiliki nahkoda baru setelah pemegang saham kompak mengangkat Royke Tumilaar yang sebelumnya menjabat sebagai direktur corporate banking Bank Mandiri menjadi direktur utama.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, pemegang saham juga mengangkat Silvano Rumantir sebagai direktur keuangan dan strategi. Bankir muda yang juga merupakan talenta internal Bank Mandiri ini dinilai memiliki pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan yang dapat memacu lebih kencang pengembangan bisnis perseroan.

"Kami bersyukur bahwa alumni-alumni Bank Mandiri mendapat kepercayaan untuk memimpin berbagai institusi bisnis. Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus tumbuh secara konsisten dan memberikan kontribusi positif, baik dari sisi bisnis maupun sumber daya manusia, untuk kemajuan industri keuangan dan ekonomi Indonesia ke depan," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta, Senin (9/12/2019).



Rohan mengatakan, Bank Mandiri memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia yang sangat baik sehingga suksesi kepemimpinan seluruhnya berasal dari internal.

Lebih lanjut, guna menjaga dinamika ekonomi serta melihat berbagai peluang di tengah ketatnya kondisi perekonomian global, pemegang saham mengangkat Chairman Mandiri Institute yang juga Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhamad Chatib Basri sebagai wakil komisaris utama.

Pemegang saham pun sepakat mengangkat Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai komisaris utama. Kartika yang sebelumnya menjabat direktur utama Bank Mandiri akan memastikan seluruh corporate plan yang sudah dirancang dapat terealisasi dengan baik. Selain itu, Kartika Wirjoatmodjo juga akan memastikan rencana ekspansi regional perseroan berjalan dengan baik serta melakukan restrukturisasi kredit-kredit besar di BUMN.

Dengan perubahan tersebut, susunan direksi Bank Mandiri menjadi sebagai berikut:
Direktur Utama: Royke TumilaarWakil Direktur Utama: Sulaiman Arif AriantoDirektur Consumer & Retail Transaction: Hery GunardiDirektur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
Direktur Information Technology: Rico Usthavia Frans
Direktur Treasury, International Banking & SAM: Darmawan Junaidi, Direktur Corporate Banking: Alexandra Askandar
Direktur Kepatuhan dan SDM: Agus Dwi Handaya
Direktur Hubungan Kelembagaan: Donsuwan Simatupang
Direktur Commercial Banking: Riduan Direktur Keuangan dan Strategi: Silvano Winston Rumantir
Direktur Operasi: Panji Irawan.

Sedangkan susunan komisaris perseroan menjadi:
Komisaris Utama: Kartika WirjoatmodjoWakil Komisaris Utama: M Chatib BasriKomisaris Independen: Mohamad NasirKomisaris Independen: Robertus BiliteaKomisaris Independen: Makmur KeliatKomisaris: Ardan AdiperdanaKomisaris: R Widyo Pramono
Komisaris: Rionald Silaban.

"Kami meyakini jajaran pengurus yang telah ditetapkan pemegang saham adalah individu-individu terbaik yang akan mampu berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis perseroan," ujar Rohan.

Dia menambahkan, salah satu tantangan perseroan ke depan adalah menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis perseroan menyusul ketidakpastian perekonomian global, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembangan cepat industri teknologi informasi, khususnya di sektor keuangan.

"Salah satu inisiatif yang telah kami implementasi, misalnya terkait dengan kampanye Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dimana perseroan telah mempertajam penerapan bisnis berbasis lingkungan atau Mandiri Eco-Friendly dalam operasional perusahaan untuk ekonomi berkelanjutan," katanya.

Hingga triwulan III/2019, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat baik, dimana pertumbuhan rata-rata kredit konsolidasi mencapai 11,5% (YoY) atau mencapai Rp806,8 triliun pada September 2019. Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas, dimana rasio NPL gross turun 48 bps menjadi hanya 2,53% dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN sebesar 6,27%.

Laju pertumbuhan kredit yang berkualitas dan pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi juga mampu mendorong kinerja perseroan hingga mencetak laba hingga Rp20,3 triliun, naik 11,9% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak