Kemitraan Abadi! Berapa Bantuan Dana yang Sudah Dikirim AS kepada Israel?

Kamis, 03 Oktober 2024 - 12:01 WIB
loading...
A A A
Kemudian, Israel juga memakainya di bawah program Pendanaan Militer Asing (FMF). Dana yang masuk FMF harus digunakan Israel untuk membeli peralatan dan layanan militer dari Amerika Serikat.

Selain Israel, Amerika Serikat sebenarnya juga memberikan paket bantuan ke negara lain. Di Timur Tengah, ada beberapa nama seperti Mesir, Irak hingga Afghanistan.

Sementara di Eropa, saat ini ada Ukraina yang terus menjadi perhatian dalam perangnya melawan Rusia. Namun, semua itu tetap berbeda dari bantuan yang bisa diterima Israel.

Sebagian pengamat menyebut alasan dukungan tiada henti AS kepada Israel mencerminkan banyak faktor. Hal ini termasuk komitmen mereka terhadap keamanan Israel dan kepentingan kebijakan luar negeri, khususnya di Timur Tengah.

Bantuan Terbaru AS ke Israel USD8,7 miliar

Israel mengatakan pada 26 September lalu, bahwa pihaknya telah mengamankan paket bantuan senilai USD8,7 miliar atau setara Rp133,4 triliun (Kurs Rp15.334 per USD) dari Amerika Serikat untuk mendukung militer dan mempertahankan keunggulan kualitatif.

Paket tersebut mencakup USD3,5 miliar untuk pengadaan penting masa perang, yang telah diterima dan dialokasikan untuk pembelian alat-alat militer penting. Sementara USD5,2 miliar ditujukan untuk sistem pertahanan udara termasuk sistem anti-rudal Iron Dome, David's Sling dan sistem laser canggih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Rekomendasi
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved