alexametrics

PT LAJ Libatkan Petani Tingkatkan Ketahanan Pangan

loading...
PT LAJ Libatkan Petani Tingkatkan Ketahanan Pangan
PT LAJ libatkan petani tingkatkan ketahanan pangan. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Lestari Asri Jaya (LAJ) perusahaan pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) Karet menggelar kegiatan tanam perdana pertanian terpadu, yang merupakan bagian dari program pembinaan dan pelatihan kepada petani penggarap skala kecil di area HTI LAJ dan PT Wanamukti Wisesa.

Corporate Affairs Director PT LAJ, Meizani Irmadhiany, mengatakan kegiatan yang dilakukan ini telah menjangkau lebih dari 700 petani dan merupakan wujud komitmen perusahaan untuk membina petani penggarap skala kecil yang tinggal dan menggantungkan hidupnya di lahan di dalam area kerja PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa.

"Ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan petani kecil melalui implementasi program pertanian terpadu," tegas Meizani dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/12/2019).



Hingga Oktober 2019, terdapat 10 desa di sekitar area kerja PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa yang melaksanakan program pertanian terpadu melalui Kelompok Tani Hutan (KTH).

Program pertanian terpadu ini merupakan hasil inisiasi PT LAJ bekerja sama dengan Yayasan Bakti Barito. "Kami berharap melalui kegiatan ini para petani penggarap skala kecil bisa meningkatkan ketercukupan pangan dan pendapatan mereka," ujar Meizani.

Ketua KTH Wana Mitra Lestari, Sugiyo, mengatakan selama ini anggota kelompoknya menggantungkan kehidupan sehari-hari dengan bertanam dan menjual getah karet. Sebagian pendapatan mereka harus digunakan untuk membeli sayur mayur dan kebutuhan pangan.

Ketika harga jual karet relatif rendah, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Pelatihan budidaya sayuran ini sangat bermanfaat karena kami dapat memproduksi sendiri kebutuhan pangan dan juga menambah pendapatan keluarga," kata Sugiyo.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak