alexametrics

Investasi Melempem, BI Sebut Investor Masih Wait and See

loading...
Investasi Melempem, BI Sebut Investor Masih Wait and See
Bank Indonesia (BI) membeberkan sederet alasan, kenapa nilai investasi di Indonesia masih minim dimana salah satunya karena investor cenderung hati-hati. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LABUAN BAJO - Bank Indonesia (BI) membeberkan sederet alasan, kenapa nilai investasi di Indonesia masih minim. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono menyebutkan perilaku investor yang masih menunggu momen tepat dalam berinvestasi (wait and see) menjadi salah satu penyebabnya.

Pasalnya April 2019 lalu, adanya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak untuk mengetahui pemimpin negara. Ketika telah mengetahui sosok yang menjadi presiden, justru investor tetap bertindak wait and see.

"Investasi masih melambat terutama terkait prolog investor wait and see. Waktu awal-awal 2019, mereka wait and see nunggu Pemilu. Siapa yang akan menjadi pemenang. Setelah ada presiden pemenang, mereka menunggu menterinya siapa," ujar Endy ditemui dalam acara Pelatihan Wartawan BI, Labuan Bajo, NTT, Selasa (10/12/2019).



Alasan lainnya, yakni para investor menantikan sosok para kabinet kerja presiden periode kedua. Nyatanya setelah diumumkan, investor tetap belum tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia.

"Setelah menterinya diangkat, mereka menunggu programnya seperti apa. Nah ini memang jadi ada prolog wait and see. Kita lihat masih ada sampai saat ini. Mudah-mudahan ke depan ini akan menurun," lanjut dia.

Beberapa data dari berbagai sumber, memang memverifikasi tentang investor yang masih wait and see, terutama jika dilihat dari indeks tendensi bisnis itu masih terus menurun. "Terutama dari komponen profit-profit korporat masih terus menurun. Minat investasi korporasi juga menurun dilihat dari pengeluaran capex masih tertunda," ucapnya.

Selain itu, pemberitaan mengenai situasi perdagangan luar negeri antara AS dan China, masih belum menunjukkan perbaikan sehingga memang berbagai hal itu juga mendorong pengusaha untuk wait and see. Oleh karena itu, pemerintah berharap pada tahun 2020 mendatang, investor mulai bergairah kembali, khususnya di segmen properti dan bio energi.

"Kita harapkan 2020 bisa membaik, terutama dari sektor properti. Kita harapkan yang sekarang sudah menggeliat, ke depan kita harapkan lebih menggeliat. Pembangunan smelter sudah dilakukan berbagai daerah dari Morowali, dan juga bio listrik," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak