alexametrics

Perang Dagang Masih Akan Membayangi Laju Ekonomi Indonesia

loading...
Perang Dagang Masih Akan Membayangi Laju Ekonomi Indonesia
Perang dagang berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) versus China, menurut Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto masih akan membayangi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LABUAN BAJO - Perang dagang berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) versus China, menurut Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto masih akan membayangi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya perang dagang yang berlarut-larut pasti berimbas ke seluruh perekonomian negara lain, termasuk ke Indonesia.

Diramalkan olehnya perang dagang AS dan China bakal terus terjadi pada tahun 2020, meski kedua negara terus berupaya melakukan negosiasi. Akan tetapi terang Ryan Kiryanto, besaran dampak perlambatan ekonomi AS-Cina ke Indonesia masih rendah dibanding Jepang, Korea, dan India.

"Kesimpulannya, setiap perlambatan ekonomi Amerika dan Cina bersamaan, akan mendiskon pertumbuhan ekonomi Indonesia 0,32%," kata Ryan dalam agenda Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, Labuan Bajo, NTT, Selasa (10/12/2019).



Dia merinci, setiap satu persen perlambatan ekonomi AS akan memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,05%. Begitu pula dengan China, tiap satu persen perlambatan ekonominya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,27%. "Itulah kenapa bila ekonomi AS-Cina melambat, Indonesia juga terdampak. Karena negara ini cross ride dengan Indonesia," jelasnya.

Selain itu sambung dia menambah, pentingnya investasi serta kebijakan moneter dan fiskal yang mendukung pertumbuhan alias pro growth. “Untuk mencegah stagnasi (ekonomi), harus betul-betul pro growth. Di moneter sudah baik, fiskal belum optimal,” tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak