alexametrics

Pemerintah Fokus Bangun Kawasan Industri di Luar Jawa

loading...
Pemerintah Fokus Bangun Kawasan Industri di Luar Jawa
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dalam upaya mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif, pemerintah mengupayakan pengembangan kawasan industri di luar Jawa. Foto/SINDOnews/Oktiani Endarwati
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah fokus mendorong pengembangan kawasan industri untuk semakin memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hingga saat ini sudah ada 103 kawasan industri yang beroperasi, dengan total cakupan wilayah mencapai 55.000 hektare.

Sementara itu, terdapat 15 kawasan industri yang masih dalam proses konstruksi dan 10 kawasan industri pada tahap perencanaan. "Dari 103 kawasan industri yang sudah operasional, sebanyak 58 di antaranya berlokasi di Pulau Jawa," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Sisanya, lanjut dia, terletak di Pulau Sumatera (33 kawasan industri), Kalimantan (8 kawasan industri), dan Sulawesi (4 kawasan industri). Sejak tahun 2014, ada peningkatan hingga 20 kawasan industri.



Agus menegaskan, dalam upaya mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif, pemerintah telah berusaha melalui pengembangan kawasan industri di luar Jawa. Hal ini sejalan untuk mewujudkan Indonesia sentris.

"Ke depannya, kawasan industri di Pulau Jawa akan difokuskan pada pengembangan industri teknologi tinggi, industri padat karya, dan industri dengan konsumsi air rendah," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kawasan industri di luar Jawa lebih difokuskan pada industri berbasis sumber daya alam, peningkatan efesiensi sistem logistik dan sebagai pendorong pengembangan kawasan industri sebagai pusat ekonomi baru.

Agus melanjutkan, kawasan industri diharapkan tidak hanya membangun industri, namun juga menjadi pusat ekonomi baru di daerah. "Untuk itu, pengembangan pusat-pusat ekonomi baru ini perlu terintegrasi dengan pengembangan perwilayahan termasuk dalam pembangunan infrastruktur sehingga dapat memberi efek positif yang maksimal dalam pengembangan ekonomi wilayah," jelasnya.

Selama ini, aktivitas industrialisasi memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penerimaan devisa dari ekspor.

Kemenperin mencatat investasi sektor industri pada semester I/2019 mencapai Rp104,6 triliun. Penyumbang investasi terbesar dari sektor industri logam, mesin, dan elektronik yang menyentuh angka Rp266,13 triliun, diikuti industri makanan sebesar Rp257,47 triliun.

Selanjutnya, industri kimia dan farmasi yang mencapai Rp217 triliun, industri mineral nonlogam sebesar Rp98,75 triliun, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar Rp96,70 triliun.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak