alexametrics

Kolaborasi Produksi Konten, MNCN-SCMA Dorong Industri Kreatif nasional

loading...
Kolaborasi Produksi Konten, MNCN-SCMA Dorong Industri Kreatif nasional
President Director MNCN David Fernando Audy dan President Director SCMA Sutanto Hartono dalam acara penandatanganan MoU MNCN-SCMA di The Club Djakarta Theatre XXI Jakarta, Kamis (12/12/2019). Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sepakat untuk bekerja sama dalam produksi konten dan mengeksplorasi sinergi inisiatif lainnya.

"Tujuan kami sederhana, dalam semangat nasionalisme, kami ingin kedua perusahaan nasional Indonesia ini menjadi pemenang di negeri sendiri," ujar President Director MNCN David Fernando Audy dalam acara penandatanganan MoU MNCN-SCMA di The Club Djakarta Theatre XXI Jakarta, Kamis (12/12/2019).

David menegaskan, di tengah era globalisasi ini, MNCN tidak ingin Indonesia hanya menjadi target pasar, tetapi juga berdiri kuat sebagai negara dengan perusahaan lokal maupun nasional yang dimiliki Indonesia sebagai pemain dominan dalam industri.



Kedua perusahaan telah setuju untuk berinvestasi bersama dan memiliki sendiri konten khusus OTT terpilih dan film teater yang akan diproduksi oleh bagian produksi konten dari masing-masing perusahaan. Sejauh ini, monthly active users RCTI+ tercatat sudah mencapai angka 4 juta users, dan Vidio dari SCMA memiliki 40 juta users.

President Director SCMA Sutanto Hartono menambahkan, kombinasi kapabilitas produksi konten dan kekuatan media kedua belah pihak akan memungkinkan percepatan pertumbuhan konten lokal dan ekosistem kreatif ke level selanjutnya, memperluas peluang monetisasi, dan mempersiapkan diri kita semua menghadapi era borderless global.

"Di era globalisasi ini, pesaing industri kreatif bukan hanya perusahaan nasional, tapi juga perusahaan internasional dengan pangsa pasar global yang akan menjadi tantangan ke depan," ujarnya.

MNCN dan SCMA akan membawa dukungan pemasaran penuh dari berbagai aset media yang mereka miliki, dan bila memungkinkan, penggunaan konten khusus OTT dan film teater akan diprioritaskan dalam portofolio media mereka.

Selain itu, mereka juga akan membahas lebih lanjut untuk mengidentifikasi bidang kolaborasi yang bisa menyediakan konten lokal dan ekosistem media yang lebih kuat, yang akan bermanfaat bagi pertumbuhan konten lokal Indonesia pada khususnya dan industri kreatif dan media pada umumnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak