alexametrics

DPR Minta Kemendag Tidak Sekadar Jadi Tukang Catat

loading...
DPR Minta Kemendag Tidak Sekadar Jadi Tukang Catat
Ilustrasi komoditas lada. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR, Bambang Patijaya meminta Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak sekadar menjadi tukang catat. Bambang mengantongi data realisasi ekspor produk-produk penyumbang devisa seperti kopi, karet, dan lada yang nilainya terus turun sejak tahun 2014 hingga 2017.

"Yang menjadi masalah adalah kok saya melihat Direktorat Perdagangan Luar Negeri ini hanya sebagai tukang catat," ujar Bambang Patijaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, Kemendag tidak berbuat apa-apa menangani penurunan harga-harga produk tersebut. "Apa yang mereka lakukan untuk berusaha mempertahankan portofolio penjualan? Apa yang mereka lakukan untuk mengangkat harga? Apa yang mereka lakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan perdagangan internasional, nah ini yang kami kritisi," katanya.



Dia mengatakan, seharusnya Kemendag mencari solusi untuk masalah penurunan harga sejumlah produk tersebut. "Jadi ini dong, jangan hanya jadi tukang catat," ujar legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung ini.

Adapun harga lada sebelumnya, kata dia, Rp100-160 ribu per kilogram. Saat ini merosot berada di kisaran Rp47.000 ribu per kilogram. "Jadi ā€ˇpedasnya lada tak sepedas harga jual," ujar politikus Partai Golkar ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak