alexametrics

Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat Usai Komentar Positif Trump

loading...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat Usai Komentar Positif Trump
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini diproyeksikan bakal menguat didorong pernyataan positif Trump mengenai kesepakatan dagang. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini diproyeksikan bakal menguat. Sentimen positif rupiah didorong pernyataan positif Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan dagang dengan China.

"Rupiah mungkin bisa menguat lagi hari ini mengikuti pernyataan positif Trump mengenai negosiasi dagang. Trump mengatakan semalam bahwa kesepakatan besar dengan Tiongkok sudah dekat," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sambung dia melanjutkan, pasar menunggu konfirmasi Tiongkok dan penangguhan tarif untuk tanggal 15 Desember dari AS. Kepastian Kesepakatan dagang AS dan Tiongkok menjadi sentimen positif untuk aset berisiko termasuk rupiah. "Potensi rupiah bergerak di antara Rp13.950 hingga Rp14.050 per USD," jelasnya.



Sebelumnya kurs rupiah terhadap USD pada akhir perdagangan, Kamis (12/12) menjaga tren positif sepanjang hari, meski tidak terlalu besar. Pergerakan merayap mata uang Garuda mengiringi euro yang berdiri pada level tertinggi lima pekan menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa atau ECB.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange naik tipis ke posisi Rp14.032/USD dibandingkan sesi penutupan Rabu, kemarin Rp14.038/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp14.028 hingga Rp14.045/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah melompat hingga menyentuh level Rp14.025 per USD dari sebelumnya Rp14.040/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.021-Rp14.040/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak