alexametrics

Rupiah Perkasa di Awal Sesi Iringi Lesatan Pounds

loading...
Rupiah Perkasa di Awal Sesi Iringi Lesatan Pounds
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (13/12/2019) dibuka perkasa untuk berdiri kokoh pada zona hijau dan melanjutkan tren positif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (13/12/2019) dibuka perkasa untuk berdiri kokoh pada zona hijau dan melanjutkan tren positif sejak penutupan kemarin. Lompatan mata uang Garuda pagi ini mengiringi lesatan Poundsterling setelah hasil pemilu awal Inggris menunjukkan kemenangan konservatif.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka lebih tinggi menjadi Rp13.982/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah meneruskan tren penguatan usai kemarin di posisi Rp14.042/USD.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan perbaikan dimana rupiah pada sesi pagi perdagangan bertengger di level Rp14.021/USD dengan pergerakan harian Rp13.950 hingga Rp14.021/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal pemulihan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.025/USD.



Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga memperlihatkan tren positif dengan penguatan menuju Rp14.015/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.032/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.968-Rp14.015/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut pulih pada level Rp13.995/USD. Melesat, rupiah naik jauh lebih baik bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp14.035/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, kemenangan konservatif dalam hasil awal Pemilu Inggris mencuatkan keyakinan bakal menghapus kemacetan politik dalam negosiasi Brexit yang telah membayangi pasar Inggris selama bertahun-tahun. Saat melawan euro, tercatat Pounds mencetak kenaikan sekitar 2% hingga 82,80 atau menyentuh level terbaik sejak Juli 2016.

Selain itu Pounds juga melonjak lebih dari 2% untuk mencapai posisi 1,3516 versus dolar AS (USD), atau yang tertinggi sejak Mei 2018 sebelum menetap di 1,3482. Seperti diketahui Poundsterling telah jatuh melewati 10% setelah Inggris menyatakan bakal meninggalkan keanggotaan dari Uni Eropa pada bulan Juni 2016, lalu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak