alexametrics

LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Bandung Akan Rampung Akhir 2021

loading...
LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Bandung Akan Rampung Akhir 2021
Persoalan krusial yang menjadi kendala sebelumnya seperti pembebasan lahan sudah diselesaikan untuk membuat Jokowi optimitis LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan selesai pada akhir 2021. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) optimis pembangunan kereta ringan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan selesai pada akhir 2021.Pasalnya saat ini tidak ada persoalan yang krusial, karena kendala yang ada sebelumnya seperti pembebasan lahan sudah diselesaikan.

“Lahan untuk kereta cepat sudah mencapai 99,9 persen. Tinggal kerja lapangannya saja,” kata Presiden Jokowi di Jakarta,

Jokowi mengakui, pembangunan infrastruktur saat ini tidaklah mudah, karena kondisinya yang sudah terlalu ramai. “Pembangunan tiga infrastruktur di Kawasan Jakarta-Cikampek menjadi contoh betapa rumitnya kalau kita terlambat membangun infrastruktur. Contoh jalan tol ini, kesempatan memasang gridernya hanya 3-4 jam per hari karena lalu lintas sangat padat," ungkapnya.



"Yang kedua ada LRT dan kereta cepat yang sedang dibangun. Semuanya jangan sampai terlambat pada hal-hal yang penting dan terkait dengan daya saing, kecepatan, dan efisiensi,” sambung Jokowi.

Namun di tengah kerumitan di lapangan, Jokowi optimis pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan selesai di akhir 2021. Pembangunan LRT Jabodebek yang investasinya mencapai Rp29 triliun, akan selesai akhir 2021. Demikian juga Kereta Cepat yang investasinya sebesar USD6 miliar, Insya Allah akan selesai di akhir 2021.

“Semuanya akan terintegrasi misalnya kereta cepat stasiun di Halim, LRT juga Halim, sehingga terkoneksi semuanya, bus Trans Jakarta. Saya minta gubernur DKI link-kan di sana, 2021," jelas Jokowi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak