Peluang Ekonomi Baru, Ekosistem Biomassa di Tasikmalaya Dikembangkan Jadi 100 Ha

Selasa, 08 Oktober 2024 - 10:39 WIB
loading...
Peluang Ekonomi Baru,...
PLN mengembangkan ekosistem biomassa di Tasikmalaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan 10 juta ton di tahun 2025 bagi 52 PLTU. FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu atau Green Economy Village (GEV) di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, yang dikembangkan Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), akan terus diperluas.

Program yang mengintegrasikan masyarakat setempat dalam pengelolaan biomassa untuk co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ini dipastikan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Karena itu, di Tasikmalaya, program ini akan dikembangkan hingga 100 hektare pada 2025, dengan fokus pada pengembangan tanaman Indigofera yang berfungsi sebagai bahan baku biomassa sekaligus pakan ternak.

Baca Juga: Kurangi Batu Bara, 10,2 Juta Ton Biomassa Akan Dicampur ke PLTU

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengapresiasi inisiatif PLN EPI tersebut dalam memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan dukungan Kementerian Pertanian dalam memastikan kesuksesan program ini, termasuk melalui pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Untuk diketahui, Program GEV telah dimulai sejak 2023 dan melibatkan tiga lokasi, yakni Tasikmalaya, Cilacap, dan Gunung Kidul.

"Kami dari Kementerian Pertanian siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh. Program ini tidak hanya berkontribusi pada energi terbarukan, tapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Ini adalah inisiatif yang sangat bermanfaat bagi rakyat," ujar Sudaryono dalam keterangan pers, Selasa (8/10/2024).

Apresiasi juga disampaikan Pjs Bupati Tasikmalaya Yedi Rahmat yang mengatakan bahwa program ini memberikan dukungan luar biasa bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya, terutama di sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

"Kabupaten Tasikmalaya dikenal dengan kekayaan alam dan sumber daya pertaniannya, namun tantangan besar yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana mengelola potensi tersebut dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujarnya.

Pengembangan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, kata dia, juga menjadi solusi relevan untuk memanfaatkan limbah pertanian dan hutan sebagai bahan baku energi. Program ini, menurutnya, tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Tasikmalaya.

Baca Juga: Makin Memanas, Iran Siapkan 10 Skenario Serangan Jika Diserang Israel

Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa biomassa merupakan salah satu kunci strategis dalam mengejar target bauran energi 23% pada 2025 dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Iwan menegaskan, kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.

Iwan menegaskan sebagian besar biomassa yang digunakan untuk co-firing di PLTU PLN berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. Dalam upaya memperkuat pasokan biomassa, PLN EPI mengajak masyarakat Tasikmalaya untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari pengembangan biomassa ini.

"Kami menargetkan pemanfaatan biomassa sebesar 2,2 juta ton di tahun 2024 dan akan meningkat menjadi 10 juta ton di tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan 52 PLTU," tuturnya.

Iwan pun mengatakan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya penting untuk energi bersih, tetapi juga untuk membangun ekonomi masyarakat melalui program pertanian terpadu di lahan kritis. "Dengan program ini, PLN berharap dapat membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
PLN EPI Gandeng BWI...
PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam Padi untuk Cofiring PLTU Indramayu
PLN EPI Gandeng Sorbu...
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Digitalisasi Rumah Bibit...
Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved