alexametrics

AP II Tawarkan Kemitraan Strategis di Bandara Kualanamu

loading...
AP II Tawarkan Kemitraan Strategis di Bandara Kualanamu
PT Angkasa Pura II (Persero) mencari mitra strategis untuk terus mengembangkan Bandara Kualanamu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) semakin mematangkan rencana percepatan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, melalui skema kemitraan strategis (strategic partnership).

Melalui skema tersebut, nantinya PT Angkasa Pura II dan mitra investor strategis akan bergabung di dalam joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Kualanamu.

Direktur Transformasi dan Portfolio Strategis PT Angkasa Pura II Armand Hermawan mengatakan, selanjutnya PT Angkasa Pura II akan menerbitkan dokumen Request for Proposal (RfP) kepada korporasi-korporasi yang berminat itu.



"Dokumen RfP akan diterbitkan kepada calon investor pada akhir Januari 2020. Di dalam RfP tersebut terdapat struktur transaksi kerja sama yang akan dijalankan oleh PT Angkasa Pura II dan mitra strategis," ujar Armand Hermawan di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Dia melanjutkan, struktur transaksi kerja sama tersebut tentunya dengan selalu mengacu kepada regulasi, aspirasi pemerintah selaku pemegang saham. Serta perkembangan di industri transportasi udara nasional. Nantinya, seluruh proses pemilihan mitra investor strategis ini ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun dan pada Juli 2020 diharapkan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama.

"Yang jelas mitra investor strategis harus memilki kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan, termasuk aspek operasional dan bisnis, mampu menaikkan traffic penumpang dan penerbangan, serta secara finansial bisa memberikaan pendanaan dalam jangka waktu panjang," paparnya.

Saat ini kapasitas terminal penumpang di Kualanamu adalah 8 juta penumpang per tahun, di mana perkembangan selanjutnya, kapasitas terminal penumpang ditargetkan akan dapat menampung pergerakan penumpang mencapai 17 juta penumpang di tahun 2024.

Melalui kemitraan strategis, pengembangan Kualanamu diharapkan dapat dipercepat sehingga mampu mengakomodir pertumbuhan industri. Adapun dengan kemitraan strategis tersebut, Kawasan Bandara Internasional Kualanamu akan dikembangkan menjadi Aerocity, serta hub untuk penumpang dan kargo di wilayah Barat Indonesia, dengan nilai investasi indikatif senilai USD500 juta (sekitar Rp6 triliun).

Nantinya, terminal penumpang pesawat di Kualanamu juga dikembangkan hingga berkapasitas 22 juta penumpang per tahun di tahun 2030. Area pergudangan kargo juga diperluas dari 13.000 meter persegi menjadi 27.318 meter persegi.

Sebagai informasi, pengembangan Bandara Internasional Kualanamu difokuskan pada peningkatan konektivitas internasional khususnya di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Cina dan Timur Tengah, selain tentunya juga memperkuat konektivitas domestik.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak