alexametrics

Perkuat NKRI, Airlangga Tegaskan Pentingnya Membangun Daerah

loading...
Perkuat NKRI, Airlangga Tegaskan Pentingnya Membangun Daerah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Nusantara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengaskan pentingnya bagi semua elemen bangsa untuk membangun daerah sehingga bisa terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan, Airlangga mengatakan pemerintah terus melaksanakan pembangunan dengan mengelola wilayah maritim, pesisir hingga perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Pemerintah sendiri telah menetapkan tanggal 13 Desember sebagai puncak Peringatan Hari Nusantara, sebagai bagian dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Tanggal 13 Desember ini untuk mengenang Deklarasi Djuanda, dimana pada 13 Desember 1957, Perdana Menteri Indonesia Djuanda Kartawidjaja mendeklarasikan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

"Peringatan Hari Nusantara merupakan sarana penguat Wawasan Nusantara, sekaligus sarana pengembangan potensi daerah agar menjadi destinasi pariwisata berskala nasional maupun internasional," tukas Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Peringatan Hari Nusantara kali ini dipusatkan di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Dalam peringatan ini, Airlangga menekankan bahwa konsep pembangunan pemerintah adalah Indonesia Sentris.

Konsep ini mendorong agar rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, kawasan perbatasan, pulau-pulau terdepan, dan kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan dan merasa bangga menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Untuk mewujudkan hal itu, kita harus fokus pada dua agenda prioritas utama yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur dalam lima tahun ke depan, hingga tahun 2024," ujar Menko Airlangga.

Pembangunan SDM dilakukan dengan melakukan penguatan lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan, pemanfaatan teknologi informasi, inovasi, dan kreativitas, agar menghasilkan SDM unggul yang berhati Indonesia dan berideologi Pancasila. Pemerintah juga melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan hingga di pulau-pulau terluar, serta mendorong link and match dunia pendidikan dengan dunia kerja.

"Selain membangun SDM, pembangunan infrastruktur juga dilanjutkan untuk menghubungkan kawasan produksi dan kawasan distribusi, meningkatkan konektivitas dan akses ke kawasan wisata, kawasan industri dan kawasan produktif lainnya, termasuk sentra-sentra maritim seperti pelabuhan ikan, pelabuhan kontainer maupun pelabuhan penyeberangan," tegas Airlangga.

Ia menambahkan, infrastruktur lain yang turut menjadi prioritas untuk dibangun, antara lain pembangunan jalan akses pelabuhan, peningkatan kualitas kawasan permukiman nelayan, pembangunan rumah khusus dan rumah susun nelayan, serta bangunan pengaman pantai dan memperluas jaringan irigasi tambak.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai pusat pertumbuhan maritim, seperti Labuan Bajo, Likupang-Manado, Mandalika dan Morotai.

"Ini semua merupakan upaya pemerintah meningkatkan daya saing, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan devisa melalui penciptaan event-event dan destinasi pariwisata berkelas dunia yang mampu menarik wisatawan asing maupun domestik," pungkas Airlangga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak