alexametrics

Bantuan Pangan Non Tunai Tahun Depan Naik Jadi Rp150 Ribu/Keluarga

loading...
Bantuan Pangan Non Tunai Tahun Depan Naik Jadi Rp150 Ribu/Keluarga
Nilai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako pada 2020 mendatang disepakati akan meningkat besarannya. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Nilai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako pada 2020 mendatang disepakati akan meningkat besarannya. Kenaikan bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat sebesar Rp40.000 per bulan sehingga menjadi Rp150.000 setiap bulannya yang sebelumnya hanya Rp110.000.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mengatakan, bahwa realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) sudah mencapai 98% dengan pencairan terakhir di bulan Oktober 2019. Ia mengatakan, merespons arahan Presiden Joko Widodo, Program Kartu Sembako akan diberikan ke KPM mulai awal Januari 2020.

"Ada peningkatan Indeks Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) dari Rp110 ribu ke Rp150 ribu untuk tiap KPM per bulan. Batasannya adalah 15,6 juta KPM," ujar Juliari usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (17/12/2019).



Dirinya berharap, kenaikan bansos tersebut dapat untuk membeli tambahan bahan makanan berupa ikan, daging ayam, dan kacang-kacangan. Nantinya terang dia akan dibuat Peraturan Menteri untuk melengkapi beras dan telur.

"Ini bukan sekedar bantuan sosial, namun juga meningkatkan konsumsi masyarakat kelompok bawah. KPM yang paling membutuhkan akan diprioritaskan di bulan Januari 2020," lanjut Juliari.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menambahkan, bahwa peningkatan ini merupakan realisasi janji Jokowi untuk sembako murah. "Ini tidak diwujudkan dalam kartu baru, melainkan ditambahkan ke kartu eksisting," ujar Moeldoko.

Juliari juga menerangkan, bahwa Kemensos akan melakukan perbaikan data dan mekanisme pengaduan sesuai rekomendasi Ombudsman untuk merespon pengaduan lebih cepat. "Penajaman atau diskresi target BNPT dilakukan untuk penyesuaian sehingga bisa tepat sasaran, meski angkanya belum bisa kami putuskan sekarang," papar Mensos.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak