alexametrics

Luhut Sebut PTA Bilateral Bisa Dongkrak Perdagangan RI-Tanzania

loading...
Luhut Sebut PTA Bilateral Bisa Dongkrak Perdagangan RI-Tanzania
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan berdialog dengan Menteri Tenaga Kerja, Transportasi, dan Komunikasi Tanzania Isack Mawelwe. Foto/Dok Kemenko Marves
A+ A-
JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam lawatannya ke Tanzania bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja, Transportasi, dan Komunikasi Tanzania Isack Mawelwe. Dalam pertemuan itu, Luhut menyatakan bahwa masih banyak ruang untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tanzania.

“Indonesia berpenduduk 270 juta jiwa, jadi merupakan pasar besar untuk Tanzania bila ingin investasi,” kata Luhut dalam keterangannya, Selasa (17/12/2019).

Luhut mengungkapkan, antara tahun 2014-2018 terdapat tren positif dalam pertumbuhan perdagangan, yaitu sekitar 11%. "Namun, ada penurunan 22% pada periode Januari-September 2019, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ucapnya.



Lebih lanjut, Luhut menuturkan salah satu cara efektif untuk merangsang perdagangan kedua negara adalah mengurangi hambatan perdagangan tarif melalui pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).

“Jika mungkin, Indonesia ingin mengusulkan untuk membangun PTA bilateral dengan Tanzania. Saya juga mencatat bahwa Tanzania adalah anggota Komunitas Afrika Timur (EAC),” tuturnya.

Adapun, sejak 2017 Indonesia telah mengusulkan untuk membuat PTA antara Indonesia dan EAC. Dukungan Tanzania akan sangat berarti, khususnya untuk menugaskan pejabat masing-masing untuk mengadakan diskusi pendahuluan tentang masalah ini.

Kunjungan kerja kali ini juga menghasilkan kesepakatan pertemuan lanjutan dialog antara Tanzania-Indonesia pada Februari 2020 untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak