alexametrics

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Ketersediaan Barang Pokok Stabil

loading...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Ketersediaan Barang Pokok Stabil
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, turut turun langsung ke lapangan guna memastikan pasokan mencukupi dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil.
A+ A-
JAKARTA - Potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dikhawatirkan berpengaruh terhadap harga barang kebutuhan pokok. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri bekerjasama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, satgas pangan, Bulog dan, tim pengendali inflasi telah bersiap menjaga stabilitas harga pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Berdasarkan data BPS Minggu I Desember 2019, secara umum rata-rata nasional harga barang kebutuhan pokok dibanding bulan sebelumnya relatif stabil, bahkan turun untuk beberapa komoditi khususnya cabai dengan rincian cabai merah turun sebesar 13,31% menjadi Rp33.767/kg dan cabai rawit turun sebesar 15,51% menjadi Rp34.582/kg.

Lain halnya dengan komoditi bawang merah yang mengalami kenaikan sebesar 6,56% menjadi Rp29.892/kg. Namun demikian, harga tersebut masih di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000/kg.



Kenaikan harga bawang merah ini disinyalir karena peralihan musim yang berdampak pada penurunan produktivitas hasil tanam di sentra-sentra produksi sehingga pasokan ke pasar belum optimal. Sebagai indikasi, pasokan rata-rata ke Pasar Induk Kramat Jati – Jakarta pada bulan Desember 2019 ialah sebesar 85 ton/hari atau turun 6,59% dibanding pasokan pada bulan November 2019 yaitu sebesar 91 ton/hari.

Selain itu, perlu diwaspadai kenaikan harga telur ayam ras yang sudah naik sebesar 7,86% menjadi Rp 25.143/kg, di atas harga acuan telur ayam ras yaitu Rp 23.000/kg. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga di tingkat peternak sekitar 10,4% menjadi Rp 22.163/kg dibandingkan November 2019. Harga telur ayam ras di tingkat peternak sempat mengalami penurunan yang signifikan pada periode September s.d Oktober 2019 yang mencapai 14,5% dibandingkan Agustus 2019.

Periode HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) merupakan periode yang rawan mengalami gejolak harga khususnya barang kebutuhan pokok akibat peningkatan demand masyarakat. Hal ini tergambar dari tingkat inflasi bulanan Puasa-Lebaran serta akhir tahun yang cenderung naik.

Karena itu pemerintah dalam hal ini Kemendag telah melakukan langkah antisipasi pemenuhan ketersediaan barang kebutuhan pokok khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal serta daerah penyumbang inflasi tinggi menjelang akhir tahun ini.

Beberapa langkah dan upaya stabilisasi harga barang kebutuhan pokok yang dilaksanakan Kemendag diantaranya ialah: (1) Identifikasi kesiapan K/L terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, serta identifikasi kecukupan barang kebutuhan pokok di daerah, melalui Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Barang Kebutuhan Pokok, yang telah dilakukan di Batu, Jatim, 4 Oktober 2019 dan dilanjutkan dengan rakornas yang dilakukan antara Mendag dengan pelaku usaha barang kebutuhan pokok dan pengelola pasar rakyat serta ritel modern; (2) Rapat Koordinasi Daerah serta Pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog dan distributor di 15 ibukota Provinsi (Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat); (3) Pengawalan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok ke pasar secara intensif melalui Penetrasi Pasar di 121 pasar pantauan pada 45 Kabupaten/Kota di 15 Provinsi. Kegiatan Penetrasi Pasar akan dilaksanakan pada 16-20 Desember 2019, dengan melibatkan jajaran Eselon I dan II Kemendag beserta tim.

Gudang Bulog divre di masing-masing daerah juga telah menyiapkan stok beras untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, para pelaku usaha juga sudah mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru dengan meningkatkan jumlah pasokan barang kebutuhan pokok.

Para distributor barang kebutuhan pokok menambah pasokan ke pasar sebesar 20-30%, sementara ritel modern menambah pasokan sebanyak 100% dari hari biasa. Pemantauan harga dan stok di lapangan, Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras, dan pasar murah akan dilaksanakan di daerah-daerah seluruh Indonesia agar Natal dan Tahun Baru berjalan dengan lancar.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, turut turun langsung ke lapangan guna memastikan pasokan mencukupi dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil. Beliau melakukan kunjungan tersebut ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Makassar dan Solo. Mendag mengimbau agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersinergi untuk menyediakan barang kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat, sehingga tercipta rasa kepercayaan bahwa Pemerintah hadir untuk masyarakat.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak