alexametrics

Tak Lagi Bakar Duit, Pelaku E-commerce Akan Fokus ke Profit Tahun Depan

loading...
Tak Lagi Bakar Duit, Pelaku E-commerce Akan Fokus ke Profit Tahun Depan
Para pelaku e-commerce diyakini akan fokus kepada profitabilitas yang sudah harus mulai menjadi prioritas tahun depan ketika persaingan makin sengit. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia, Ignatius Untung mengatakan, tahun depan para pelaku e-commerce bakal menatap lebih logis sektor ini. Artinya persaingan semakin ketat dan tidak menutup kemungkinan efisiensi dan pengetatan bakal terjadi.

“Artinya profitabilitas sudah harus mulai menjadi prioritas. Persaingan menawarkan promo mungkin bakal tidak ramai lagi, namun pelayanan tetap bakal dimaksimalkan,” ujarnya kepada SINDO di Jakarta, Jumat (20/12).

Dengan persaingan ketat itu, pengguna internet terutama yang memanfaatkan belanja online bakal lebih besar. Di sisi lain pemerintah juga masih diperlukan peran besarnya dari sisi infrastruktur internet. Meski perannya sudah relatif baik, namun masih perlu ditingkatkan. “Masih perlu ditingkatkan lagi, tapi posisi sekarang juga sudah oke dan relatif baik,” ungkapnya.



Menurutnya, peran pemerintah yang perlu dimaksimalkan yakni literasi digital. “Justru literasi digital ini yang perlu didorong terutama ke daerah-daerah. Peran Kementerian seperti Kominfo masih sangat dibutuhkan untuk bidan literasi media dalam hal sosialisasi,” ucapnya.

Literasi digital termasuk cara-cara penggunaan internet sehat dan pada sektor e-commerce sendiri literasi digital dibutuhkan dalam hal mencegah terjadinya kejahatan berupa penipuan. “Jadi harus banyak sosialisasi dan kontrol terus-menerus,” pungkasnya.

Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informasi menyatakan terus membangun infrastruktur telekomunikasi digital di Indonesia dalam mendukung pasar e commerce. Menteri Kominfo, Johny G Plate mengungkapkan infrastruktur last mile berupa fiber optik terus dibangun salah satunya mendukung sektor ini. “Saat ini kita masih terus meningkatkan ribuan kilometer fiber optik yang harus kita bangun," kata Menteri Johnny belum lama ini.

Menteri Kominfo menceritakan, pemerintah selama 5 tahun terakhir telah bekerja keras dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan digital. Ketersediaan infrastruktur tersebut penting karena saat ini sedang terjadi transformasi di segala bidang dari dunia fisik ke digital. “Kita bertransformasi, bermigrasi menuju bangsa digital ini, perlu kerja yang luar biasa dari kita sekalian," ujar Johnny.

Hal lain yang perlu dipersiapkan oleh Kementerian Kominfo, menurut Menteri Johnny adalah upaya memperbaiki pengelolaan frekuensi untuk menyambut datangnya teknologi 5G. “Ini semua mengingat internet sudah menjadi kebutuhan di masyarakat kita yang jumlahnya kian naik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak