5 Pergeseran Besar Perilaku Konsumen di Era Digital

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 09:35 WIB
loading...
5 Pergeseran Besar Perilaku Konsumen di Era Digital
Managing Partner Inventure Yuswohady
A A A
JAKARTA - Yuswohady
Managing Partner Inventure

“After pandemic, every consumer is digital consumer”. Pandemi Covid-19 membawa berkah luar biasa, karena megabencana itu memaksa seluruh umat manusia untuk “go digital”. Itu sebabnya saya menyebut, “Pandemic is a catalyst for digital adoption.(Baca: Indonesia Tidak Akan Selamat, Waktu 1,5 Bulan Tidak Cukup Hindari Resesi)

Ya, karena ketika kita makin terbatas ke luar rumah dan berinteraksi secara fisik, maka kita dituntut bekerja, belajar, belanja, hingga beribadah secara online dengan menggunakan perangkat digital.

Apa saja pergeseran besar (megashifts) perilaku konsumen yang bakal terjadi sebagai akibat terakselerasinya adopsi digital ini? Di Inventure kami mengkajinya dan menemukan ada lima megashifts berikut ini.

1. Go Virtual: “Migration from space to screen”

Pandemi telah mempercepat proses migrasi konsumen dari offline (dimensi fisik: “space“) ke online (dimensi digital: “screen”). (Baca juga: Bopong Senjata dan Radar Canggih, Pesawat F-16 TNI AU Semakin Garang)



Oleh pandemi kita dipaksa bekerja secara remote dengan platform seperti Zoom atau Webex. Anak-anak juga tak bisa lagi belajar secara fisik di sekolah dan harus belajar online di situs seperti Ruangguru atau Khan Academy. Berbelanja juga makin banyak dilakukan via e-commerce ketika berbelanja fisik kian dihindari.

Ketika rumah sakit kini menjadi tempat yang berisiko menularkan Covid-19, telemedecine menjadi solusi digital menenteramkan. Bahkan ketika beberapa bulan lalu kita tak bisa ke kampung untuk silaturahmi saat Lebaran, dengan platform digital kita masih bisa melakukannya secara virtual.

Dengan adanya pandemi makin banyak aktivitas hidup kita kini dijalani virtual melalui layar ponsel pintar, laptop, atau tablet. Abad 21 adalah “abad virtual”.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2387 seconds (11.210#12.26)