Soal Kelanjutan IKN, Menko AHY Sebut Perlu Penyesuaian Alokasi Anggaran
Kamis, 24 Oktober 2024 - 15:35 WIB
loading...
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY mengatakan, pembangunan IKN akan tetap dilanjutkan di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Akan tetapi...Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ) akan tetap dilanjutkan di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Akan tetapi menurutnya, alokasi anggaran untuk pembangunan IKN ke depannya perlu dilakukan penyesuaian. Terutama alokasi anggaran untuk dukungan pembangunan infrastruktur dasar dan kelengkapan fasilitas kota itu sendiri.
"Jadi saya mengatakan bahwa ini akan dilanjutkan tetapi tentu akan disesuaikan terutama budgetingnya, harus diketahui berapa budget yang dialokasikan untuk melanjutkan proyek-proyek di IKN, selebihnya kita kawal," kata AHY di Kantor Kementerian PUPR, Rabu (24/10/2024).
Baca Juga: Bagaimana Nasib Ibu Kota Baru, AHY: Bukan Hanya IKN yang Perlu Dapat Atensi
AHY menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo alokasi anggaran harus bisa lebih efisien dan tidak boros. Caranya mengoptimalkan, kas pemerintah hanya untuk pembangunan infrastruktur dasar, sedang sisanya mencari pembiayaan alternatif.
"Karena sekali lagi penekanan dari bapak presiden jangan sampai pembangunan tidak efisien apalagi kalau ada kebocoran," tambahnya.
Dalam rangka menjaga efisiensi kinerja APBN untuk Proyek IKN, maka AHY menyatakan diperlukan evaluasi setiap 5 tahun sekali terkait peta prioritas pembangunan. Termasuk dalam hal ini mega proyek Ibukota baru, yang diperkirakan butuh Rp466 triliun.
Akan tetapi menurutnya, alokasi anggaran untuk pembangunan IKN ke depannya perlu dilakukan penyesuaian. Terutama alokasi anggaran untuk dukungan pembangunan infrastruktur dasar dan kelengkapan fasilitas kota itu sendiri.
"Jadi saya mengatakan bahwa ini akan dilanjutkan tetapi tentu akan disesuaikan terutama budgetingnya, harus diketahui berapa budget yang dialokasikan untuk melanjutkan proyek-proyek di IKN, selebihnya kita kawal," kata AHY di Kantor Kementerian PUPR, Rabu (24/10/2024).
Baca Juga: Bagaimana Nasib Ibu Kota Baru, AHY: Bukan Hanya IKN yang Perlu Dapat Atensi
AHY menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo alokasi anggaran harus bisa lebih efisien dan tidak boros. Caranya mengoptimalkan, kas pemerintah hanya untuk pembangunan infrastruktur dasar, sedang sisanya mencari pembiayaan alternatif.
"Karena sekali lagi penekanan dari bapak presiden jangan sampai pembangunan tidak efisien apalagi kalau ada kebocoran," tambahnya.
Dalam rangka menjaga efisiensi kinerja APBN untuk Proyek IKN, maka AHY menyatakan diperlukan evaluasi setiap 5 tahun sekali terkait peta prioritas pembangunan. Termasuk dalam hal ini mega proyek Ibukota baru, yang diperkirakan butuh Rp466 triliun.
Lihat Juga :