alexametrics

IHSG Reli ke 6.305, Bursa Asia Terkoreksi Karena AS-China

loading...
IHSG Reli ke 6.305, Bursa Asia Terkoreksi Karena AS-China
IHSG ditutup bertambah 21,54 poin atau 0,34% ke level 6.305,91. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Setelah bergerak fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (23/12/2019). IHSG pulang melanjutkan reli, dengan bertambah 21,54 poin atau 0,34% ke level 6.305,91.

Awal perdagangan, IHSG dibuka menguat namun berbalik memerah. Sepanjang Senin ini, IHSG bergerak di kisaran 6.270,54-6.315,72.

Enam dari 10 indeks sektoral menguat sehingga membawa IHSG ke jalur positif. Sektor pertambangan memimpin penguatan sebesar 3,10%. Sedangkan sektor konstruksi memimpin pelemahan dengan tergerus 0,79%.



Dari 603 saham yang diperdagangkan di bursa, 226 tertekan, 174 stabil, dan 203 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp9,33 triliun dari 15,11 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp179,13 miliar, dengan aksi beli asing Rp2,37 triliun dan aksi jual asing Rp2,19 triliun.

IHSG menguat di saat pasar saham Asia menuduk pada Senin ini. Optimisme hubungan "baik" antara Amerika Serikat dan China, membuat pemerintah Tirai Bambu ingin menurunkan tarif impor terhadap lebih dari 850 produk AS, mulai 1 Januari depan. Hal ini disambut tidak gembira oleh investor, terutama di China.

Melansir dari CNBC, Senin (23/12), indeks Shanghai China turun 1,40% menjadi 2.962,75, bursa Shenzhen juga turun 1,92% menjadi 1,667,71. Indeks Hang Seng Hong Kong pulang mendatar pada jam terakhir perdagangannya.

Nikkei 225 Jepang pulang mendatar ke level 23.821,11, dan indeks Topix turun 0,21% menjadi 1.729,42. Kospi Korea Selatan ditutup mendatar jadi 2.203,71. ASX 200 Australia melemah 0,46% menjadi 6.785,10, seiring menurunnya saham-saham pertambangan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak